AYOJAKARTA.COM - Puasa Ramadhan sebentar lagi. Puasa wajib bagi umat Islam ini sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia .
Sebelum menjalankan puasa Ramadhan, umat muslim wajib mengetahui apa itu rukun puasa dan niat puasa yang akan dilakukan.
Niat Puasa dilakukan di malam hari sebelum melakukan puasa Ramadhan tepatnya malam hari sebelum melakukan sahur.
Baca Juga: Heboh! Wanita China Hendak Dijual, Malah Jual Balik Penjebaknya!
Rukun Puasa yang di lakukan menurut syariat Islam juga harus diperhatikan agar puasa Ramadhan berjalan sesuai anjuran yang berlaku.
Mengenai rukun puasa ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 183.
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan bagi kamu berpuasa wajib diwajibkan atas orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.”
Niat yang wajib dibacakan saat akan menjalankan puasa Ramadhan yaitu
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.”
Membaca niat merupakan salah satu dari rukun puasa Ramadhan. Niat juga menjadi legitimasi batin bahwa kita akan melaksanakan puasa lahir dan batin.
Biasanya puasa akan dilakukan setelah sidang isbat yang dilaksanakan oleh kementrian agama bersama beberapa ulama.
Baca Juga: BMKG Buka Data Persebaran 13 Zona Megathrust di Wilayah Indonesia, Mana Saja?
Akan tetapi, sebelum kita bisa berpatokan kepada hasil sidang isbat, kita bisa menilik lebih dulu jadwal puasa 2023 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri No.166 dan SKB no. 3 tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2023.
Berdasarkan SKB 3 Menteri tersebut, awal Ramadhan atau puasa akan jatuh pada tanggal 23 Maret 2023. Kemudian, Idhul Fitri akan jatuh pada 22-23 April. Jika diperhitungkan kembali, apabila Idul Fitri jatuh pada 22 April, maka puasa akan dimulai tanggal 23 Maret 2023 sesuai dengan perhitungan 30 hari puasa Ramadhan.
Terlepas dari kepastian tanggal berapa puasa Ramadhan 2023 dilaksanakan, mari kita pahami kembali rukun puasa Ramadhan sebelum melaksanakannya.
Rukun Puasa Berdasarkan Fikih Islam
1. Niat
Dimulai dari membaca niat tersebut di atas, kita memulai puasa Ramadhan dengan hati yang bersih dan tenang. Niat dibaca saat malam hari sebelum makan sahur.
Adapun niat berpuasa ada tiga macam, antara lain:
1. Berniat di malam hari sebelum subuh
Anda bisa mengucapkan niat puasa di malam hari sebelum subuh. Berdasarkan hadis dari Haffashah–Ummul Mukminin, niat puasa wajib yang disebutkan sebelum dimulainya fajar subuh dapat menyebabkan puasa tidak sah. Namun, untuk puasa sunah, kamu boleh mengucapkan niat di pagi hari. Dengan catatan dilakukan sebelum waktu zawal atau pukulannya matahari ke barat.
2. Menegaskan Niat
Niat puasa harus didasarkan pada tujuan untuk menegaskan puas wajib atau puasa sunah.
3. Niat yang harus diulang setiap malam
Ada jenis niat puasa yang harus dibaca tiap malam sebelum masuk subuh. Niat tersebut ditujukan untuk puasa hari berikutnya. Misalnya niat puasa wajib hari senin diucapkan pada hari minggu malam ketika sahur.
Baca Juga: Ternyata Ini Bocoran Isi Nota Pembelaan Richard Eliezer Usai Dituntut 12 Tahun Penjara!
2. Menahan diri dari yang membatalkan puasa
Selama puasa Ramadhan, kita wajib menahan diri. Tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari emosi, hawa nafsu yang dapat menghancurkan batin kita.
Menahan diri dari makan dan minum dimulai dari sejak subuh sampai magrib. Sedangkan menahan emosi atau mengendalikan emosi, sebenarnya tidak hanya pada saat Ramadhan saja, tetapi sebaiknya sampai kapan pun kita bisa menahan diri dari hawa nafsu yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Anda harus mampu menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Beberapa hal yang dapat membatalkan puasa ialah:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh
- Marah sampai lupa diri
- Berhubungan seksual
- Nifas
- Murtad
- Muntah disengaja
3. Menahan diri dari Jima
Jima artinya berhubungan badan. Masalah ini ditegaskan dalam surah Al Baqarah ayat 187, yakni:
“Dihalalkan untuk kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istrimu. Istrimu adalah pakaian untukmu dan kamu adalah pakaian untuk istrimu. Allah Swt mengetahui bahwas kamu tidak bisa menahan nafsu. Karena itu, Allah Swt mengampuni dan memberi maaf kepadamu. Maka campurilah istrimu dan ikuti apa yang ditetapkan oleh Allah Swt untukmu, dan makan minumlah hingga terang untukmu benang putih dari benang hitam, yakni fajar. Sempurnakan puasa hingga malam, janganlah kamu mencampuri istrimu, sedang kamu beritikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah Swt, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah Awt menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.”
4. Berbuka Puasa saat Magrib Tiba
Rukun keempat ialah membatalkan/berbuka puasa pada waktu yang tepat atau ketika magrib tiba. Anda bisa mengajukan keberatan dan minum untuk melepas dahaga. Sebelum menyantap makanan dan minuman, berbukalah dengan membaca doa buka puasa lebih dulu. Syukuri nikmat yang Anda dapatkan hari itu, dan berbukalah dengan suka cita.
***

Share this article
Sebelum menjalankan puasa Ramadhan, umat muslim wajib mengetahui apa itu rukun puasa dan niat puasa yang akan dilakukan.