AYOJAKARTA.COM-- Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang selalu dikenal jatuh pada tanggal 14 Februari.
Pada hari itu banyak dari orang-orang yang melakukan perayaan yang romantis dan penuh cinta saat mengungkapkan kasih sayangnya.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa hari yang dikenal penuh cinta itu, ternyata memiliki sejarahnya jauh dari kata cinta dan kasih sayang.
Baca Juga: Tegas, Kuasa Hukum Ricky Rizal Tolak Replik JPU : Asumsi-asumsi Yang Masih Ragu Menuntut Kliennya
Hari Valentine faktanya lahir dari kisah kelam, berdarah dan sadis.
Diketahui asal mula perayaan hari Valentine ini berasal dari bangsa Romawi Kuno pada masa lalu.
Dilansir dari kanal Youtube Halqah Islam, bahwasanya perayaan kasih sayang itu tidak dianjurkan bagi umat Islam.
Ustadz Felix Siauw menegaskan bahwa Islam sendiri pada dasarnya tidak mengharamkan apa itu cinta dan kasih sayang.
Baca Juga: Sinopsis Para Betina Pengikut Iblis, Film Horor yang Tayang Februari 2023
"Islam tidak pernah mengharamkan yang dinamakan dengan cinta, bahkan islam memberikan ruang untuk cinta dan Allah SWT mensifati dirinya dengan Ar Rahman, Ar Rohim yang maha pengasih dan lagi maha penyayang," kata ustadz Felix Siauw.
Dalam sejarahnya pada tahun 496 saat bangsa Romawi mengambil agama Kristen sebagai agama negara.
Paus Gelasius I tidak bisa menahan perayaan lupercalia yang sudah biasa dirayakan oleh orang-orang Romawi.
Maka Paus Gelasius I meresmikan menjadi perayaan Gereja pada kala itu.
Namun, pada tahun 1969 perayaan ini kemudian dianulir oleh Gereja dan dianggap bukan bagian dari tradisi Gereja. Sebab mereka menyadari buruknya perayaan ini.
Sayangnya hingga saat ini perayaan itu masih saja menjadi populer di Amerika sebagai peringatan hari kondom week.
"Sampai sekarangpun apa yang terjadi tanggal 14 Februari, seminggu sebelumnya dan seminggu sesudahnya diperingati di Amerika sebagai The Day National Condom Week," ujar Ustadz Felix.
Hal itu dikarenakan hari Valentine identik dengan hubungan seksual atau seks bebas para pasangan muda-mudi, sehingga perintah pun menyarankan untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi.
"Mengapa? karena Valentine Day identik dengan hubungan free seks," tambahnya.
Oleh karenanya ustadz Felix pun kembali mengingatkan pada para umat muslim untuk tidak mengikuti tradisi yang dianggap tidak ada manfaatnya dan justru lebih banyak mudaratnya.
Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa bagi siapa yang mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia merupakan bagian dari mereka.
"Maka Valentine Days bukan merupakan bagian dari perayaan kita, bahkan merupakan bagian perayaan yang menyesatkan. Maka umat Muslim tidak boleh tertipu ikut-ikutan meramaikan apalagi merayakanya," ujar Ustadz Felix.***

Share this article
Pada hari Vakentine banyak dari orang-orang yang melakukan perayaan yang romantis dan penuh cinta saat mengungkapkan kasih sayangnya.