AYOJAKARTA.COM - Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dirilis pada 20 Juni 2024 memberikan gambaran mengenai kemampuan penduduk perempuan berusia 15 tahun ke atas di DKI Jakarta dalam membaca dan menulis huruf Arab.
Persentase kemampuan ini bervariasi di seluruh wilayah, mencerminkan perbedaan tingkat literasi huruf Arab di berbagai kabupaten dan kota di ibu kota.
Secara umum, rata-rata persentase penduduk perempuan di DKI Jakarta yang mampu membaca dan menulis huruf Arab mencapai 60,98%.
Baca Juga: Makin Naik! Ini Daftar Harga Beras di Tingkat Grosir dan Eceran di Jakarta yang Harus Diketahui
Namun, ada perbedaan signifikan antara wilayah satu dengan yang lainnya, dengan beberapa daerah menunjukkan persentase yang lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat persentase tertinggi dengan 89,5% penduduk perempuannya mampu membaca dan menulis huruf Arab.
Hal ini menjadikan Kepulauan Seribu sebagai daerah dengan tingkat literasi huruf Arab tertinggi di DKI Jakarta. Faktor kedekatan budaya Islam dan ketersediaan pendidikan agama menjadi salah satu alasan utama tingginya kemampuan literasi huruf Arab di daerah ini.
Di Jakarta Selatan, 71,76% penduduk perempuan berusia 15 tahun ke atas mampu membaca dan menulis huruf Arab. Wilayah ini menjadi salah satu yang menonjol di daratan Jakarta, dengan persentase kemampuan yang cukup tinggi, meskipun tidak setinggi Kepulauan Seribu.
Selanjutnya, Jakarta Timur berada di peringkat ketiga dengan persentase 68,12%.
Wilayah ini juga menunjukkan tingkat literasi huruf Arab yang relatif baik, didukung oleh banyaknya lembaga pendidikan Islam dan tradisi keagamaan yang kuat di daerah tersebut.
Jakarta Pusat memiliki persentase sebesar 67,9%, yang menempatkannya di posisi keempat. Meski cukup dekat dengan Jakarta Timur, wilayah ini menunjukkan sedikit penurunan dalam kemampuan literasi huruf Arab.
Baca Juga: BLT Rp1,8 Juta Cair Pasca Pelantikan Presiden Prabowo, Cek Update PKH dan BPNT di SIKS-NG
Jakarta Barat menempati posisi kelima dengan persentase 53,66%, menunjukkan kesenjangan yang mulai terasa di wilayah ini.
Yang menarik, Jakarta Utara mencatat persentase terendah, yaitu hanya 42,98%.
Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki tantangan yang lebih besar dalam hal literasi huruf Arab di kalangan penduduk perempuannya.
Berbagai faktor, termasuk ketersediaan fasilitas pendidikan agama dan tingkat urbanisasi yang lebih tinggi, dapat mempengaruhi rendahnya persentase ini.
Secara keseluruhan, data BPS DKI Jakarta ini menunjukkan bahwa meskipun DKI Jakarta memiliki populasi yang besar dan beragam, kemampuan membaca dan menulis huruf Arab masih belum merata di seluruh wilayah.
Jakarta Utara yang menjadi wilayah dengan persentase terendah, menunjukkan perlunya peningkatan akses pendidikan keagamaan dan literasi huruf Arab bagi penduduk perempuannya.
Perbedaan signifikan antara Kepulauan Seribu yang mencapai hampir 90% dan Jakarta Utara yang hanya sekitar 43% menunjukkan bahwa berbagai faktor sosial dan budaya turut memengaruhi tingkat literasi huruf Arab di DKI Jakarta.***

Share this article
Secara umum, rata-rata persentase penduduk perempuan di DKI Jakarta yang mampu membaca dan menulis huruf Arab mencapai 60,98%.