AYOJAKARTA.COM - Masih sering buang minyak jelantah ke wastafel sambil mikir, “Ah cuma sedikit”? Hati-hati, kebiasaan sepele itu bisa jadi sumber masalah besar.
Begitu minyak panas masuk ke pipa, ia akan mendingin, mengeras, dan berubah menjadi gumpalan lemak. Lama-lama, pipa mampet, bau muncul, dan saluran air rumah bisa “ngamuk”.
Lebih gawat lagi kalau minyak jelantah itu sampai mengalir ke selokan atau sungai. Minyak akan mengambang di permukaan, membuat air keruh, menimbulkan bau tidak sedap, hingga mengganggu ekosistem.
Baca Juga: Raja Baru Mobil Listrik Telah Tunjukkan Tajinya, Mengapa Wuling Air EV dan Binguo Kalah Saing?
Ikan sulit bernapas, tanaman air terhambat tumbuh, dan lingkungan sekitar ikut tercemar. Padahal, minyak jelantah sebenarnya adalah minyak goreng yang kualitasnya menurun karena dipakai berulang kali.
Setelah lebih dari empat kali pemakaian, warnanya makin gelap, aromanya berubah, dan kandungannya tidak lagi aman untuk dikonsumsi. Karena sudah tidak layak pakai, minyak ini harus dikelola dengan benar, bukan dibuang sembarangan.
Data APROBI pada 2023 mencatat rumah tangga dan UMKM di Jakarta menghasilkan sekitar 12 juta liter minyak jelantah setiap tahun.
Jumlah ini setara satu kolam renang penuh minyak goreng bekas, bayangkan dampaknya jika semua dibuang ke saluran air.
Baca Juga: Diklaim Bahan Bakar Generasi Baru, Apa Bedanya Bobibos dengan Etanol?
Cara Tepat Mengelola Minyak Jelantah
Untuk mencegah kerusakan lingkungan dan saluran air, lakukan langkah sederhana ini:
- Taruh minyak jelantah di wadah tertutup seperti botol kaca atau jeriken.
- Kumpulkan hingga beberapa liter agar mudah disetor.
- Setorkan ke bank sampah, dropbox resmi, atau komunitas daur ulang.
Selain aman bagi lingkungan, minyak jelantah juga bisa dimanfaatkan kembali. Fun fact: jelantah adalah bahan baku biodiesel. Pertamina Patra Niaga menghadirkan program UCOllect Box yang memungkinkan warga menukar minyak jelantah menjadi saldo rupiah. Lewat aplikasi MyPertamina, pengguna bisa:
Baca Juga: Samsung Menang Telak? Perbandingan Sepsifikasi iPhone 16 Plus vs Samsung Galaxy S25 Plus
- Menemukan lokasi penukaran terdekat
- Menyetor minyak yang sudah dikumpulkan
- Menerima saldo digital sesuai jumlah minyak
Setiap UCOllect Box dilengkapi penimbangan otomatis dengan harga beli yang diperbarui di aplikasi. Berikut enam titik penukaran yang tersedia:
- Kantor Pertamina Patra Niaga MR JBB – Senen, Jakarta Pusat
- RS Pusat Pertamina (RSPP) – Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
- RS Pelni – Slipi, Jakarta Barat
- SPBU 31.128.02 MT Haryono – Tebet, Jakarta Selatan
- SPBU 31.134.02 Kalimalang – Duren Sawit, Jakarta Timur
- Bank Sampah Mandala V – Cililitan, Jakarta Timur
Pastikan selalu cek aplikasi MyPertamina atau laman Bank Sampah Jakarta untuk informasi terbaru karena lokasi bisa berubah sewaktu-waktu.
Dengan membuang minyak jelantah secara benar, Anda tidak hanya menjaga rumah tetap aman, tetapi juga ikut melindungi lingkungan Jakarta.***

Share this article
Minyak jelantah yang dibuang sembarangan bisa menyumbat pipa dan mencemari lingkungan. Kumpulkan dalam wadah tertutup lalu setor ke UCOllect Box atau bank sampah untuk ditukar jadi saldo rupiah.