AYOJAKARTA.COM - Dalam beberapa hari terakhir dunia X (twitter) diramaikan dengan protes dan kemarahan karena mereka mendapati Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) disalahgunakan untuk mendukung calon gubernur jalur independen, Dharma Pongrekun.
Protes ini mencuat setelah beberapa orang secara tidak sengaja menemukan bahwa NIK mereka tercatat sebagai pendukung calon tersebut dalam proses pemilu mendatang.
Isu ini pertama kali mencuat di berbagai platform media sosial, di mana pengguna internet membagikan pengalaman mereka saat mengecek data pendukung calon presiden melalui situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) di https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilihan/cek_pendukung.
Beberapa dari mereka terkejut saat mendapati bahwa nama dan NIK mereka muncul sebagai salah satu pendukung Dharma Pongrekun, meskipun mereka tidak pernah memberikan dukungan secara resmi.
Salah sate netizen yang mengalami kejadian ini mengungkapkan kekhawatirannya melalui sebuah unggahan di Twitter.
Akun @achmadnurhdyt menulis "Nama Saya juga diCATUT namanya. Padahal saya tidak pernah mendukung Calon Independen Drs Dharma Pongrekun. Ini adalah manipulasi data. Akan saya kejar yang mencatut nama saya ini."
Akun lainnya juga mempsoting hal yang sama, bahkan NIK warga yang sudah menninggal pun disalahgunakan.
Akun @varzein memberikan keterangan NIK neneknya yang sudah meniggal pun ikut dicatut.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat mengenai keamanan data pribadi mereka.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana NIK mereka bisa sampai disalahgunakan dan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini.
Selain itu, muncul pula spekulasi mengenai potensi penyalahgunaan data yang lebih luas dalam proses pemilu.
Untuk mengecek apakah NIK KTP Anda disalahgunakan, Anda dapat mengunjungi situs resmi KPU di:
- https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilihan/cek_pendukung
Cukup masukkan NIK Anda pada kolom yang disediakan, dan sistem akan menampilkan informasi terkait apakah NIK tersebut terdaftar sebagai pendukung calon presiden.
Namun, upaya ini masih belum cukup meredakan keresahan masyarakat.
Banyak yang menuntut agar pemerintah dan pihak berwenang segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyalahgunaan data ini.
Protes ini juga memicu diskusi tentang pentingnya kesadaran akan privasi data di era digital.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam memberikan data pribadi mereka, baik secara online maupun offline.
Share this article
Beberapa dari mereka terkejut saat mendapati bahwa nama dan NIK mereka muncul sebagai salah satu pendukung Dharma Pongrekun.