AYOJAKARTA.COM – Sebelum diusung menjadi capres, Anies Baswedan merupakan figur pribadi yang banyak bergelut di bidang pendidikan.
Sebelum resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga dikenal sebagai Menteri Pendidikan Republik Indonesia.
Mundur sejengkal dari jabatan tersebut, Anies Baswedan juga dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Joko Widodo saat berlangsung Pilpres.
Sempat menjadi orang nomor satu di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, jabatan yang disandang Anies dan beberapa rekan sesama Menteri kemudian berganti.
Kendati tidak pernah mengetahui dan ingin mencari tahu alasan di balik pergantiannya, Anies mengaku tidak sakit hati dan justru mendapatkan hikmah.
“Saya bersyukur di reshufle, saya bilang alhamdulillahi, saya yakin betul Allah SWT punya rencana yang sempurna dan pasti ada hikmah dibalik reshuffle ini,” ungkap Anies.
Namun demikian Anies tidak menampik bahwa hikmah tidak pernah datang di depan, melainkan di belakang sebuah peristiwa.
Usai pergantian kabinet terjadi di tanggal 27 Juli 2016, Anies justru menemukan hikmah dibalik peristiwa tersebut di 23 September 2016.
Sedianya di tanggal 23 September 2016 Anies diminta datang ke New York sebagai Mendikbud untuk menjadi salah satu pembicara di forum yang diselenggarakan PBB.
Namun undangan yang sudah direncanakan sejak Januari 2016 tersebut urung dilakukan, karena di bulan Juli jabatan tersebut sudah resmi berganti.
“Karena saya sudah tidak jadi Mendikbud, jadi saya bilang supaya dikabari ke sana, tapi saya tetap diundang, saya senang itu,” jelas Anies.
Bersama istri, Anies kemudian mulai mengurus dokumen keberangkatan untuk bisa berangkat ke forum PBB.
Setelah seluruh persiapan ke New York dilakukan, di bulan Agustus 2016 Anies menerima panggilan telepon dari Aksa Mahmud.
Dari hasil percakapan tersebut, Anies mengaku sempat bimbang karena diminta untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta melawan Basuki Tjahaja Purnama.
Belum sempat mengamini permintaan tersebut, di bulan September Anies justru terjangkit demam berdarah sehingga membuatnya harus menjalani perawatan.
“Nah pas saya dirawat di rumah sakit, lagi diinfus, Ketua Partai itu datang, ditanyain bersedia apa enggak jadi Cagub,” jelas Anies.
Baca Juga: 6 Fakta Penting Penangkapan Indra Charismiadji, Juru Bicara Timnas Anies Baswedan-Cak Imin
Akibat sakit demam berdarah tersebut, rencana Anies untuk menghadiri acara di New York terpaksa harus dibatalkan.
Meski batal ke New York, Anies justru mendapat kesempatan untuk bisa melakukan pendaftaran ke KPU sebagai cagub di tanggal 23 September.
“Karena saya digigit nyamuk, maka saya tidak jadi ke New York,” jelas Anies dikutip Ayojakarta, Kamis 4 Januari 2024 dari kanal Youtube Abdel Achrian.

Share this article
Akibat sakit demam berdarah, rencana Anies untuk menghadiri acara di New York terpaksa harus dibatalkan. Ia pun maju menjadi cagub.