AYOJAKARTA.COM – Usai resmi hengkang dari Partai Geridra yang telah membesarkannya, Sandiaga Uno dikabarkan bergabung ke dalam barisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kepergian Sandiaga Uno dari Partai Gerindra yang cukup tiba-tiba membuat banyak kalangan menduga-duga.
Ada yang menganggap kepergian Sandiaga Uno karena kurang mendapat peran, namun tidak sedikit masyarakat berasumsi lain.
Terlebih karena sebelum meninggalkan Gerindra, Sandi sudah beberapa kali menunjukkan sikap mesra bersama sejumlah petinggi partai berlambang Kabah.
Baca Juga: Ramai Sandiaga Uno Jadi Bakal Cawapres Dampingi Anies Baswedan, Ini Kata Surya Paloh!
Wacana bahwa Sandi tengah mengincar kursi sebagai calon wakil presiden bersama PPP kemudian mencuat ke permukaan.
Isu mengenai rencana Sandi juga tidak terlepas dari dukungan PPP terhadap pencalonan Ganjar Pranowo sebagai capres di Pemilu 2024.
Menanggapi anggapan tersebut, Sandiaga Uno yang kini juga menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) meminta publik bersabar.
Lebih lanjut, Sandi menjelaskan bahwa ia perlu melakukan sejumlah persiapan terkait dengan langkah-langkah politik yang akan ia tempuh.
Baca Juga: Blak-blakan, Partai Demokrat Tegas Tolak Sandiaga Uno jadi Cawapres Anies Baswedan, Kenapa?
Kontestasi pemilihan umum, menurut Sandi perlu disambut dengan semangat persatuan sebagaimana ditunjukkan Buya Hamka saat masa perjuangan.
Selain perlu melakukan langkah persiapan, Sandi juga sudah banyak mendapatkan masukan dari sejumlah tokoh ulama.
Kontestasi menurut Sandi bukan saja sekedar peristiwa menang ataupun kalah, sebab pada akhirnya kontestasi tidak lain adalah pertandingan untuk bersanding.
Sehingga, lanjutnya, arah pembangunan agar kesejahteraan rakyat dapat terwujud, juga perlu menjadi perhatian setiap politisi; dan bukan sekedar mencari kekuasaan.
Baca Juga: Ditanya Soal Sandiaga Uno jadi Cawapres Anies Baswedan, Surya Paloh: Saya Pikir Kasih Kesempatan…
Anggapan mendekatnya Sandi ke PPP untuk menduduki jabatan cawapres mendampingi Ganjar Pranowo kemudian meredup.
Hal tersebut setelah partai berlambang Kabah secara resmi menyatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan, jika Sandi belum menjadi kader.
“Bagaimana caranya kita memprioritaskan Pak Sandi sebagai Cawapres, harus jadi kader PPP dulu baru kita perjuangkan ke PDIP,” ujar Achmad Baidowi selaku Ketua DPP PPP, dikutip dari siaran Kompas TV pada Sabtu, 13 Mei 2023.
Lebih lanjut Achmad Baidowi menjelaskan bahwa Sandi belum secara resmi menjadi kader PPP, sehingga pencalonannya sebagai Cawapres mustahil dilakukan.
Anggapan publik terhadap langkah politik yang tengah ditempuh Sandi kemudian bergeser usai pernyataannya mengenai PKS.
Menurut Sandi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai yang militan dan berjuang dengan hati serta pantang menyerah.
Usai mengisi acara dialog interaktif bertajuk "Kreativitas Santri Milenial Hadapi Digitalisasi" di Bogor pada 7 Mei 2023 lalu, Sandi memberikan sinyal terkini.
“Saya sudah berjuang bersama PKS ini sudah berkali-kali dan terbukti temen-temen PKS ini berjuang dengan hati, pejuang yang sangat pantang menyerah, tidak pernah lelah, dan rasanya kepengen saya untuk berjuang kembali bersama temen-temen PKS,” ujar Sandi, seperti dikutip AyoJakarta.com dari saiaran TV One pada Sabtu, 13 Mei 2023.***

Share this article
Menurut Sandiaga Uno, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai yang militan dan berjuang dengan hati serta pantang menyerah.