AYOJAKARTA.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Uno menanggapi isu yang saat ini beredar di masyarakat.
Isu tersebut menyebutkan bahwa ia akan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sandi pun menegaskan bahwa hingga saat ini ia masih menjadi kader Partai Gerindra dan akan mengikuti arahan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
“Masih berada di Gerindra sebagai kader,” tutur Sandi dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rabu (8/2/2023).
Dalam kesempatan tersebut Sandiaga Uno bercerita bahwa dirinya pernah mundur dari Gerindra. Ia menyampaikan bahwa pernah diminta mundur oleh Prabowo Subianto.
“Pengalaman saya di 2019, waktu di 2019 itu kan posisi saya kader Gerindra dan saya diminta oleh Pak Prabowo,” tutur Sandiaga Uno.
“Untuk setelah saya diterima oleh partai-partai lain untuk mundur mundur sebagai kader Gerindra, mundur sebagai fungsionaris di kepengurusan partai Gerindra,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa mundurnya dirinya sebagai kader Gerindra supaya bisa diterima oleh partai-partai lain.
“Init uh mungkin di memori institusional kita hilang, saya tuh pernah mundur dari Gerindra untuk menyampaikan satu situasi konkrit yang pernah saya hadapi,” tuturnya.
Menurutnya hal tersebut dilakukannya dan dirinya pada saat itu murni berkampanye bersama PAN dan PKS, dan dirinya melihat sendiri bagaimana semangat di tahun 2019 waktu memperjuangkan Prabowo-Sandi.
Terkait dengan suka duka masuk politik, Sandiaga Uno menuturkan bahwa Prabowo Subianto sempat nangis-nangis saat dirinya terjun ke politik.
Saat pertemuan 3 jam dengan Prabowo, Sandiaga kembali menuturkan bahwa sebenarnya Ketua Umum Gerindra ini sempat ada penyesalan mengajak dirinya terjun ke dunia politik.
“Dia bilang mungkin tepatnya anda di bisnis yak arena bisnis itu anda lebih bisa bisa dibilang hitungannya tajem membangun usaha dan lain sebagainya,” tutur Sandi menceritakan kembali yang disampaikan Prabowo.
“Di politik ini kan sebetulnya nggak boleh terlalu ewuh pekewuh,” imbuhnya.
Sandiaga Uno juga mengungkapkan bahwa tanpa Prabowo Subianto mungkin dirinya masih menjadi pengusaha hingga saat ini.
Ia kembali menceritakan bahwa pada tahun 2014 dirinya belum masuk partai, tetapi diminta oleh Menteri Pertahanan RI untuk menjadi juru bicara di tahun 2014.
Baru di tahun 2015 ia dipanggil dan diminta oleh Prabowo untuk memikirkan kepemimpinan di Jakarta karena saat itu baru saja diumumkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok keluar dari Gerindra.
“Dan saya diperkenalkan ke kader sebagai kader Gerindra itu di 2015,” tutur Sandiaga Uno.***

Share this article
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Uno menanggapi isu yang saat ini beredar di masyarakat.