AYOJAKARTA.COM - Pasca kebakaran pada Jumat, 3 Maret 2023, Depo Pertamina Plumpang akan dipindahkan ke Tanah Pelindo oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
Relokasi Depo Pertamina Plumpang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat.
Selain itu, pasca kebakaran yang memakan korban meninggal hingga 19 orang, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri BUMN untuk mengevaluasi semua zona berbahaya di daerah objek vital nasional khususnya Depo Pertamina Plumpang.
Berbeda dengan Erick Thohir yang akan memindahkan lokasi Depo Pertamina Plumpang, Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan bahwa untuk saat ini tetap mempertahankan Depo di lokasi saat ini merupakan pilihan yang realistis.
“Kalau melihat kondisi di lapangan sekarang, maka pilihan yang paling realistis adalah tetap mempertahankan depo di lapangan, harusnya tetap di plumpang,” katanya dikutip oleh AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV pada Selasa (7/3/2023).
Menurut Nirwono, yang perlu dilakukan pasca terbakarnya Depo Pertamina Plumpang adalah penataan kawasan di sekitarnya.
Baca Juga: Berbeda dengan Erick Thohir, Luhut Pandjaitan Minta Warga yang Pindah Bukan Depo Pertamina!
Ia beranggapan bahwa secara teknis Depo Plumpang tidak mengalami kerusakan, tetapi kawasan yang berada disekitarnya yang mengalami kerusakan akibat kebakaran pada Jumat lalu tersebut.
Lebih lanjut, pakar tata kota tersebut mengatakan bahwa perlu adanya pemikiran ulang jarak pengaman atau buffer zone di sekitar Depo Pertamina Plumpang.
“Bisa dikatakan Depo Plumpang lebih aman posisinya,” tutur Nirwono.
Baca Juga: Imbas Kebakaran Dahsyat, Menteri BUMN Relokasi Depo Pertamina Pelumpang ke Tanah Pelindo
Pakar tata kota dari Universitas Trisakti tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan peta awal posisi Depo Pertamina Plumpang, PT Pertamina mempunyai luas tanah sebesar 151 hektar dan luas yang digunakan sebagai Depo Pertamina sebesar 48,35 hektar.
Menurut Nirwono, sisi lahan 100 hektar yang dimiliki oleh Pertamina dahulu digunakan sebagai buffer zone.
Tetapi karena adanya pengembangan pemukiman lambat laun daerah yang digunakan sebagai buffer zone menjadi pemukiman padat penduduk.
Baca Juga: Buntut Kebakaran, Erick Thohir Sebut Depo Pertamina Plumpang Akan Pindah ke Sini!Baca Juga: Soal Rumah Warga Terdampak Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Anies Baswedan Diminta Ikut Tanggung Jawab
Nirwono menambahkan bahwa berdasarkan kondisi di lapangan, jarak antara tembok Depo Pertamina Plumpang dengan pemukiman penduduk hanya berjarak kurang lebih 5-6 meter, sehingga menyebabkan banyak rumah yang terbakar.
Ia juga mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi lebih kepada dampak dari kebakaran pipa yang uap bakarnya menyebabkan kebakaran di pemukiman penduduk yang berada di buffer zone bukan karena fasilitas Depo yang rusak.
“Bukan karena fasilitas depo yang rusak,” pungkas Nirwono Joga.***

Share this article
Usai Depo Pertamina Plumpang kebakaran, Menteri BUMN Erick Thohir akan pindahkan ke daerah Tanah Pelindo.