Gempa Megathrust dan Tsunami 34 Meter Berkaitan dengan Ramalan Jayabaya, Pulau Jawa dalam Bahaya!

Merinding! Gempa Megathrust Sudah Diramalkan Jayabaya: Pulau Jawa Akan Terbelah Menjadi Dua
Merinding! Gempa Megathrust Sudah Diramalkan Jayabaya: Pulau Jawa Akan Terbelah Menjadi Dua

AYOJAKARTA.COM - Sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya diduga berkaitan erat dengan potensi Gempa Megathrust dan tsunami 34 meter yang mengancam pulau Jawa.

Prabu Jayabaya merupakan seorang raja bijaksana dari Kerajaan Kediri yang seringkali memberikan ramalan, hingga kemudian tersebar ke telinga orang-orang, khususnya orang Jawa.

Ramalan Jayabaya ini mengatakan bahwa Pulau Jawa suatu saat nanti akan mendapatkan bencana, hingga membuatnya terbelah menjadi dua.

Baca Juga: Skor Lie Detector Ferdy Sambo CS VS Bharada E Dibongkar Ahli, Sosok Ini Paling Banyak Berbohong hingga 25 Kali

Sehubungan dengan hal tersebut, ada juga fakta yang mengatakan bahwa Gempa Megathrust akan terjadi di Pulau Jawa dengan kekuatan tinggi dan bisa menghancurkan, bahkan berpotensi memicu tsunami besar di Jawa.

Gempa Megathrust berkekuatan tinggi ini berpotensi terjadi di area selatan Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.

Tak hanya itu saja, disebutkan juga bahwa Gempa Megathrust ini bisa terpecah menjadi dua bagian yaitu di bawat dan timur.

Gempa Megathrust yang akan terjadi di wilayah barat Pulau Jawa diperkirakan akan meledak dengan kekuatan Magnitudo 8,9.

Sedangkan yang akan terjadi di wilayah timur, diperkirakan akan mengguncang dengan kekuatan magnitudo 8,8.

Baca Juga: Didakwa Pembunuhan Berencana, Kuat Maruf Bingung: Berencana Sama Siapa?

Sementara itu, ada juga skenario lain ketika dua gempa tersebut pecah secara bersamaan menjadi satu dan menghasilkan Gempa Megathrust dengan kekuatan Magnitudo 9,1.

Sebagai akibat dari Gempa Megathrust tersebut, gelombang tsunami diperkirakan akan terjadi dengan ketinggian hingga 20 meter, bahkan ada yang menyebutkan hingga 34 meter.

Tsunami ini akan tersebar di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Hal ini tentunya terdengar cukup berkaitan dengan salah satu ramalan dari pemimpin Kerajaan Kediri, Prabu Jayabaya yang mengungkapkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.

Ramalan Jayabaya

Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, ada sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang sangat erat kaitannya dengan potensi Gempa Megathrust di Pulau Jawa.

Baca Juga: Makin Panas! Kuasa Hukum Ferdy Sambo Tantang Richard Eliezer Soal Ini!

Dikutip AyoJakarta dari akun tiktok @awaanstory, disebutkan sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang mengatakan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.

“Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua adalah salah satu ramalan dari Jayabaya atau biasa disebut dengan Jangka Jayabaya,” ujar pengisi video.

Sebagai catatan, diketahui bahwa Prabu Jayabaya merupakan seorang pemimpin dari Kerajaan Kediri pada tahun 1135-1159 M.

“Yaitu merupakan sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang merupakan raja kerajaan Kediri (1135-1159 M),” katanya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ramalan Jayabaya ini dipercaya bersumber dari salah satu kitab yang disusun oleh Sunan Prapen, keturunan ke-4 Sunan Giri.

Baca Juga: Debat Panas Bharada E dan Pengacara Ferdy Sambo di Ruang Sidang, Hakim Ikutan Geram: Tidak Perlu Membentak

“Ramalan Jayabaya dipercaya bersumber dari Kitab Musaror yang disusun pada tahun 1618 M oleh Sunan Prapen yang merupakan keturunan ke-4 dari Sunan Giri,” jelasnya.

Di sisi lain, kebenaran sumber ramalan ini masih diperdebatkan, khususnya tentang sosok Jayabaya yang diduga tidak memiliki karya tulis.

“Walaupun dalam kitab tersebut tertulis jelas bahwa ramalan itu dari Prabu Jayabaya, 2 pujangga bernama Empu Sedah dan Empu Panuluh di dalam salah satu kitabnya Kakawin Bharatayudha, disebutkan bahwa mereka tidak menyebutkan sama sekali bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis,” tambahnya sekali lagi.

Beralih dari perdebatan sumber ramalannya, disebutkan bahwa Jayabaya pernah membuat salah satu ramalan yang menyatakan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.

Baca Juga: Ricky Rizal dan Kuasa Hukumnya Full Senyum Dengarkan Kesaksian Ahli di Persidangan, Ternyata Gara-Gara Ini

“Nah, ramalan Jayabaya tentang pulau jawa akan terbelah menjadi dua adalah arti dari kalimat bahasa Jawa ‘Nugel Tana Jawa Kaping Pindho’,” kata pengisi video.

“Merupakan satu dari sekian ratus ramalan Prabu Jayabaya,” pungkasnya.

Walaupun terdengar sangat erat kaitannya antara ramalan Jayabaya dengan Gempa Megathrust, mantan raja Kediri itu sendiri tak pernah menjelaskan tentang penyebab dari terbelahnya Pulau Jawa.

Ia juga sama sekali tidak menyinggung tentang tsunami 34 meter yang akan melanda pulau Jawa, tetapi memang ada ramalannya yang berbicara tentang banjir bandang yang melanda dengan kalimat ‘‘banjir bandang ana ndi ndi’.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Jayabaya
# ramalan
# tsunami
# megathrust
# Pulau Jawa
# gempa

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.