AYOJAKARTA.COM — Elektabilitas Kaesang Pangarep sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jakarta hanya mencapai 1%, menurut hasil survei terbaru Litbang Kompas.
Meskipun Kaesang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju, faktor-faktor tertentu membuatnya kurang populer di mata warga Jakarta.
Budiawan Sidik Aryanto, peneliti dari Litbang Kompas, menyatakan bahwa resistensi terhadap Kaesang terutama disebabkan oleh sikap rasional warga Jakarta dalam memilih pemimpin mereka.
"Publik di Jakarta itu secara umum publik yang rasional. Jadi, siapapun yang maju di sana itu dilihat salah satunya dari rekam jejaknya," kata Budiawan, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Rabu, 17 Juli 2024.
Kata dia, putra bungsu Presiden Joko Widodo itu mungkin memiliki popularitas yang tinggi secara nasional, namun publik Jakarta belum melihatnya sebagai sosok yang layak untuk didukung dalam Pilkada mendatang.
Sebagai seorang figur baru dalam dunia politik, rekam jejak Kaesang belum cukup untuk meyakinkan warga Jakarta yang dikenal kritis dan rasional dalam menentukan pilihan politik mereka.
Lebih lanjut, Budiawan menjelaskan bahwa rendahnya elektabilitas Kaesang di Jakarta bukan berarti ia tidak memiliki peluang di wilayah lain.
"Memang Kaesang bisa jadi relatif tidak populer di Jakarta, tetapi tidak menutup kemungkinan Kaesang populer di daerah lain. Hasil survei kami yang akan dirilis lusa terkait dengan Pilkada di Jawa Tengah menunjukkan bahwa Kaesang adalah salah satu sosok yang popularitasnya relatif sangat tinggi di sana," jelasnya.
Artinya, meskipun Kaesang tidak berhasil menarik perhatian warga Jakarta, ia masih memiliki peluang besar untuk maju dan memenangkan Pilkada di wilayah lain seperti Jawa Tengah.
Popularitas Kaesang di daerah lain mungkin lebih tinggi karena faktor-faktor lokal yang berbeda dengan Jakarta.
Kesimpulannya, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa rasionalitas warga Jakarta menjadi faktor utama rendahnya elektabilitas Kaesang Pangarep.
Namun, ini tidak berarti peluangnya tertutup sepenuhnya dalam dunia politik, karena daerah lain mungkin melihatnya sebagai calon yang lebih potensial.
Sementara itu bakal cagub Jakarta yang memuncaki elektabilitas adalah Anies Baswedan sebesar 29,8%, diikuti oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebesar 20%, dan di urutan ketiga Ridwan Kamil 8,5%.
Sedangkan elektabilitas PJ Gubernur Jakarta Heru Budi ternyata sama dengan Kaesang yaitu satu%.
Pilkada Jakarta akan digelar pada November mendatang bersamaan dengan pilkada di daerah lainnya.***

Share this article
Elektabilitas Kaesang Pangarep sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jakarta hanya mencapai 1%, menurut hasil survei terbaru Litbang Kompas.