AYOJAKARTA.COM – Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1, Ridwan Kamil-Suswono kini menempati posisi pertama dengan elektabilitas tertinggi di beberapa lembaga survei.
Saat ini, elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono sudah lebih dari 50 persen, lebih tinggi dibandingkan dua paslon lainnya yaitu Dharma Pongrekun-Kun Wardana dan Pramono Anung-Rano Karno.
Meski sudah memiliki elektabilitas tinggi, Ridwan Kamil tetap menargetkan menang satu putaran dengan perolehan suara minimal 60 persen.
Ridwan optimis dalam waktu lima minggu sebelum Pilgub Jakarta 2024 dilaksanakan, pihaknya mampu mempertahankan angka tersebut.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan Pengangguran di Jakarta pada 2024, Ternyata Paling Banyak Laki-Laki?
Meski begitu, ia memahami bahwa hasil survei bukan penentu utama pihaknya menang di Pilgub Jakarta 2024.
“Minimal (60 persen) mudah-mudahan. Jadi survei itu bukan penentu takdir. Jadi yang kecil di awal belum tentu kecil di akhir, besar di awal belum tentu besar juga di akhir,” kata Ridwan Kamil dikutip ayojakarta.com dari YouTube TV One News, Sabtu (19/10/2024).
Ridwan mengungkapkan ketika mendapatkan angka yang besar di survei, dirinya selalu membuka data.
Ia mengaku akan tetap bekerja, blusukan dan menyapa warga Jakarta berapapun hasil survei-nya.
Baca Juga: Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Kegiatan Car Free Day Ditiadakan Sementara
Dirinya juga mengetahui hasil survei dapat berubah sewaktu-waktu, bisa bertambah dan berkurang.
Oleh karena itu, pihaknya tak akan berhenti bergerak dan terus memonitor perkembangannya.
“Kalau di survei-nya besar, saya selalu buka data, plus minusnya di mana. Jadi dua-duanya jawabannya sama, tetaplah bekerja, blusukan, menyapa warga apapun hasilnya. Nah harapan kita karena Jakarta ini kan 50 persen plus 1, per hari ini kita ada di range itu. Kadang-kadang kurang dikit, kadang-kadang lebih juga dan lain sebagainya. Nah kita tidak akan berhenti, terus memonitor,” ungkapnya.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu menerangkan, pihaknya mempelajari data survei untuk mengetahui wilayah mana yang jadi kelemahannya.
Baca Juga: Blusukan ke Pasar Munjul, Pramono Anung Janji Akan Tinjau Ulang Revitalisasi dan Retribusi
Dengan begitu, pihaknya bisa mengerahkan tim agar bisa berinteraksi dengan daerah yang menjadi kelemahannya.
Begitu pula dengan segmen usia, jika pihaknya lemah di kelompok usia tertentu maka pihaknya akan bergerak dengan menghadirkan konten yang menyentuh kelompok tersebut.
Bagi Ridwan, survei merupakan data untuk mengevaluasi pergerakan pihaknya dalam berkampanye.
“Jadi sebenarnya bagi kita survei itu menjadi data untuk mengevaluasi bagaimana pergerakan kampanye kita. Tanpa survei kita merasa semua sudah dikerjain nih, ternyata kita sudah kuat terus ramai-ramai di tempat yang sudah kuat kan sayang. Mending menggempur datang ke daerah-daerah yang masih kalah, jadi bagi kita itu,” tutupnya.***

Share this article
Ridwan Kamil targetkan menang satu putaran 60 persen meski kini elektabilitasnya paling tinggi dibanding paslon lain.