AYOJAKARTA.COM -- Luas panen padi di DKI Jakarta pada 2024 turun dibandingkan tahun lalu.
Sepanjang Januari-September 2024, luas panen padi di DKI Jakarta sebesar 461,93 hektare.
Angka ini turun 48,44 hektare atau 9,49 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.
Baca Juga: Hari Ini! Ada Pemadaman Listrik 60 Menit Serentak di Jakarta, Cek Lokasi di Sini
Hal ini berimbas pada potensi luas panen padi di DKI Jakarta untuk periode Oktober-Desember 2024.
Diperkirakan luas panen padi di DKI Jakarta pada periode Oktober-Desember 2024 sekitar 51,34 hektare.
Secara keseluruhan, total luas panen padi di DKI Jakarta pada 2024 juga turun dibandingkan 2023.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Dua Lipa Batal Konser di Indonesia Padahal Sudah Jakarta
Dari 542,93 hektare di tahun 2023, jadi 513,27 hektare pada 2024. Artinya ada penurunan sekitar 29,66 hektare atau 5,46 persen.
Lalu bagaimana dengan produksi padi? Dilansir Ayojakarta.com dari jakarta.bps.go.id, Sabtu 9 November 2024, penurunan luas panen padi otomatis berimbas pada produksinya.
Pada Januari-September 2023 kemarin, luas panen padi di DKI Jakarta sebesar 2.674,28 ton gabah kering giling (GKG).
Baca Juga: 98 Persen Industri Mikro dan Kecil (IMK) di DKI Jakarta Tak Berizin? Begini Data Terbaru BPS
Karena luas panen padinya berkurang pada 2024, otomatis produksi padinya juga turun.
Diperkirakan, total produksi padi pada tahun 2024 diperkirakan 2.466,37 ton GKG atau turun 207,91 ton GKG (7,77 persen) dibandingkan tahun 2023.
Produksi padi tertinggi pada 2024 terjadi di Agustus, sebesar 656,78 ton GKG.
Sementara produksi padi terendah terjadi di Juni, dengan 7,69 ton GKG.
Di tahun 2023, produksi padi tertinggi terjadi pada Januari sebesar 743,31 ton GKG.
Baca Juga: 338 Ribu Warga DKI Jakarta Menganggur, Terbanyak di Wilayah Ini
Selama ini produksi padi Jakarta disuplai dari tiga kabupaten/kota. Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Share this article
Luas panen padi di DKI Jakarta pada 2024 turun dibandingkan tahun lalu. Lalu bagaimana dengan produksi padi?