AYOJAKARTA.COM – Jelang pencoblosan Pilkada Jakarta, dukungan dari tokoh kenamaan kian tertuju pada paslon nomor urut satu dan tiga.
Terkesan mendapat endorse oleh Prabowo Subianto dan Joko Widodo, paslon nomor urut satu Ridwan Kamil dan Sarwono (Rido) optimis bisa menang dalam Pilkada Jakarta.
Tidak berbeda dengan pasangan Rido, paslon nomor urut tiga Pilkada Jakarta juga optimis akan keluar sebagai pemenang karena mendapat dukungan dari Anak Abah dan Ahokers.
Baca Juga: Kapan Cair? BPNT November-Desember Sudah SPM, Cek Saldo PKH & BPNT Sekarang!
Sehubungan dengan optimisme yang dimiliki oleh kedua paslon, Direktur Eksekutif Charta Politika memberi tanggapan.
Menurut Yunarto Wijaya, sentimen positif yang berkembang dalam kontestasi Pilkada Jakarta lebih banyak terjadi pada paslon nomor urut tiga.
Selain karena banyak bersentuhan langsung dengan pemilih, pasangan Pramono-Rano juga menjadi momen khusus bagi para pendukung Anies dan Ahok.
Meski keduanya sempat dianggap memiliki rivalitas yang cukup kental, luka pendukung Anies tersebut menurut Yunarto mereda saat Pilkada Jakarta 2024.
Salah satu indikasi meleburnya Anak Abah dengan Ahokers, menurut Yunarto dapat dilihat dari kehadiran orang-orang terdekat Anies di lingkaran Pramono-Rano.
“Pemilih Anies ini kecewa dengan partai-partai yang tidak menyertakan Anies, sehingga sempat muncul gerakan coblos tiga-tiganya,” ungkap Yunarto.
Munculnya orang-orang terdekat Anies di lingkaran Pramono-Rano, menurut Yunarto merupakan hasil pra kondisi untuk membaca langkah Anies Baswedan.
Karena itu, Yunarto tidak menutup kemungkinan akan datangnya momentum yang menyatukan Anies dengan Ahok sebagai bentuk dukungan terhadap Pramono-Rano.
Terkait dengan elektabilitas Rido yang terus mengalami penurunan, Yunarto melihat sejak awal memang sudah terjadi kekeliruan di paslon nomor urut satu.
Terlanjur memiliki mental juara sejak awal deklarasi, paslon Rido justru cenderung terlihat kurang menunjukkan performa terbaik saat berkampanye.
“Saya lihat Kang Emil jarang turun ketika di awal-awal, sepertinya psikologisnya itu sudah yakin menang,” imbuh Yunarto.
Meski dukungan dari KIM Plus berhasil diperoleh, Yunarto melihat hanya PKS dan Golkar yang lebih banyak berkontribusi dalam kampanye.
Penurunan hasil elektabilitas tersebut, menurut Yunarto berdampak pada perlunya menyeimbangkan dengan endorse dari tokoh besar seperti Prabowo serta Joko Widodo.
“Kang Emil sepertinya mencoba mengimbangi dengan membawa nama Prabowo dan Jokowi,” ungkapnya.
Baca Juga: Sekolah Swasta Gratis dan KJP Plus Jadi Prioritas APBD 2025, DPRD DKI Jakarta Siap untuk Berjuang?
Namun demikian, Yunarto melihat bentuk dukungan dari kedua tokoh besar tersebut tidak sekeras seperti yang ditunjukkan Anak Abah dan Ahokers.
Karena itu Yunarto pesimis dukungan dari kedua tokoh besar tidak banyak berpengaruh, jika pasangan Rido masih terjebak pada pola kampanye yang sama. ***

Share this article
Terkesan mendapat endorse oleh Prabowo Subianto dan Joko Widodo, paslon nomor urut satu Rido optimis bisa menang dalam Pilkada Jakarta.