AYOJAKARTA.COM – Proyek pembangunan Giant Sea Wall Jakarta atau tanggul laut raksasa di kawasan utara ibu kota kini semakin konkret.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap mendanai proyek tersebut dengan alokasi anggaran hingga Rp 5 triliun setiap tahunnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tanggul laut ini dirancang sepanjang 19 kilometer dan merupakan bagian dari program nasional penanggulangan banjir rob dan kenaikan muka air laut.
Baca Juga: Formula E Jakarta 2025 Kembali Digelar 21 Juni, Ini Jadwal Lengkap dan Harga Tiketnya
Anggaran dari Pemprov Jakarta akan digabungkan dengan dana yang disediakan oleh pemerintah pusat guna mempercepat proses pembangunan.
"APBD kita saat ini mencapai Rp 91 triliun, dan ke depan kita berharap bisa meningkat hingga di atas Rp 100 triliun pada 2026," ujar Pramono.
Anggaran Proyek Raksasa yang Dibagi Dua
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa estimasi biaya pembangunan tanggul laut Teluk Jakarta berkisar antara 8 hingga 10 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 129,7 triliun hingga Rp 162,1 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.200 per dolar AS).
Menurut Presiden, pembiayaan proyek tersebut akan dibagi rata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Kalau dibutuhkan dana 1 miliar dolar AS per tahun, maka bisa dibagi dua, setengah oleh pusat, setengah oleh daerah. Kita sanggup melaksanakannya," kata Prabowo.
Baca Juga: Terungkap! 4 Pulau yang Jadi Sengketa Aceh dan Sumut Ternyata Ada Potensi Migas? Ini Kata Luhut
Giant Sea Wall Sepanjang 500 Km dari Banten ke Jawa Timur
Proyek Giant Sea Wall tidak hanya akan dibangun di Jakarta. Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa keseluruhan proyek akan membentang sepanjang 500 kilometer, mulai dari Banten hingga Jawa Timur.
Estimasi total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai 80 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 1.296 triliun.
Pembangunan akan dilaksanakan bertahap dalam jangka waktu 15 hingga 20 tahun. Empat wilayah prioritas telah ditentukan untuk tahap awal, yaitu:
- Utara Jakarta (Teluk Jakarta)
- Utara Semarang
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Brebes
Keempat kawasan tersebut dipilih karena tingkat kerentanan terhadap banjir rob yang tergolong tinggi dan sudah mendesak untuk ditangani.
Baca Juga: Catat! Ini Syarat Mengikuti Program Pemutihan Pajak Kendaraan di Jakarta 2025
Peluang Investasi Asing Terbuka
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan asing untuk ikut serta dalam investasi pembangunan tanggul laut raksasa ini.
Negara-negara dari kawasan Asia hingga Eropa disebut berpotensi menjadi mitra pembangunan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menunggu investasi luar negeri untuk memulai proyek strategis ini.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap mendanai proyek Giant Sea Wall Jakarta