AYOJAKARTA.COM – Hingga tanggal 15 Juli 2025, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 922 kasus kebakaran di Jakarta.
Tingginya jumlah angka kejadian, menurut Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh warga Jakarta.
Selain memahami potensi, hal lain yang perlu mendapat perhatian warga Jakarta menurut Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta adalah penanganan awal.
Penanganan awal atau sepuluh detik pertama sejak mengetahui adanya ancaman, menurut Dinas Kebakaran akan menjadi momen paling menentukan.
Dalam sebuah pelatihan bertajuk Rabu Belajar yang diadakan pada 16 Juli, Dinas Kebakaran DKI Jakarta menyebut potensi kebakaran dapat terjadi di banyak tempat atau lokasi.
Bukan hanya di kawasan pemukiman, perkantoran, rumah tempat ibadah, dan tempat usaha, kebakaran juga berpotensi dapat terjadi pada kendaraan.
Seluruh aktivitas manusia yang melibatkan elemen api atau komponen listrik serta tenaga kalor atau panas, tetap berpeluang mendatangkan kebakaran.
Sehingga berbagai macam kegiatan yang sedang dilakukan, perlu dilakukan secara sadar dan tidak sembarangan.
Berbekal fungsi dan peran sebagai Penanggulangan, Pengawasan dan Pengendalian, serta Penyelamatan, upaya Pemberdayaan Masyarakat juga terus dilakukan.
Disamping itu, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta juga turut andil dalam Pelaksanaan Pengujian Mutu, Penyelenggaraan Pendidikan serta Penegakan Undang-Undang.
Melalui salah satu Divisinya yakni Bidang Pencegahan Kebakaran, Dinas Pemadam secara terencana melakukan sejumlah kegiatan yang berorientasi pada pencegahan.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Tecno Spark 40 Pro Plus: Chipset Bertenaga dan Fitur AI Canggih
Salah satu bentuk langkah nyata yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran adalah memperkenalkan Program Gempar.
Gempar yang berarti Gerakan Masyarakat Punya Apar atau Alat Pemadam Api Ringan merupakan bentuk respon awal dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran.
Salah satu penyebab penanganan kebakaran menjadi lebih sulit ditangani atau api terlanjur berkobar, menurut Dinas Pemadam adalah respon awal.
Dengan adanya Program Gempar, Pemadam Kebakaran dengan menggandeng warga akan mengedukasi masyarakat Jakarta tentang cara pemakaian alat bantu Apar.
Melalui Program Gempar, Dinas Kebakaran juga akan melatih warga Jakarta untuk melakukan penanganan awal saat api mulai menjadi ancaman serius.
Selain langkah-langkah penanganan dan respon awal, Program Gempar yang menyasar seluruh lapisan masyarakat juga bertujuan melakukan upaya mitigasi.
Disamping edukasi dan mitigasi, tujuan Program Gempar adalah memberdayakan potensi seluruh RT di Jakarta agar lebih peduli dengan keselamatan bersama.
Sehingga keselamatan nyawa, lingkungan, hingga aset pribadi seluruh warga Jakarta dapat tetap terjaga secara lebih maksimal. ***
Baca Juga: Kemensos: Tidak Ada Pengurangan Bantuan Sosial, Bahkan Ada Penebalan untuk 18 Juta KPM

Share this article
Hingga 15 Juli 2025, tercatat 922 kebakaran di Jakarta. Dinas Damkar dorong warga tanggap awal lewat program Gempar dan edukasi Apar.