AYOJAKARTA.COM — Kasus yang menyeret nama Ketua RT Pluit Riang Prasetya belum juga berakhir, bahkan ia malah mendapatkan intimidasi.
Setelah mencuatnya kasus pembangunan ruko yang menyebabkan penyempitan saluran air dan bahu jalan membuat Ketua Pluit RT Riang Prasetya bertindak tegas.
Ketua RT Pluit Riang Prasetya mengaku hanya meminta agar dilakukan pembongkaran ruko sehingga tidak menutup bahu jalan dan saluran air setempat.
Namun ternyata, Ketua RT 011/RW 03 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara itu malah mendapatkan intimidasi dari beberapa warga yang memprotes.
Baca Juga: Diduga Rasis, Ketua RT Riang Pluit Akhirnya Buka Suara Minta Fokus pada Masalah Utama
Bahkan, muncul isu rasis yang disebut sebagai peralihan kasus penyempitan saluran air dan bahu jalan di Pluit tersebut.
Terbaru, Riang Prasetya harus bertindak tegas dengan memilih jalur hukum dan menunjuk kuasa hukum.
"Jadi sehubungan dengan pemberian kuasa, sebenarnya saya sudah memberikan sejak Selasa, 30 Mei 2023. Sejak hari itulah saya sudah mulai lagi melakukan diskusi pada tim kuasa hukum saya, apa kira-kira hukum yang dibutuhkan," ungkap Riang Prasetya, dikutip dari siaran Kompas TV, 3 Juni 2023.
Diceritakan bahwa beberapa waktu lalu, Riang Prasetya mendapatkan intimidasi hingga terjadi keributan kecil.
Baca Juga: Diisukan Rasis, Riang Prasetya Ketua RT di Pluit Buka Suara: Itu Hanya Manuver Peralihan Isu
"Beberapa hari lalu terjadi satu keributan kecil lah, yang justru saya seperti sebagai yang disudutkan," ungkap Riang Prasetya.
"Padahal pada faktanya acara itu awalnya sudah selesai, tiba-tiba datang belasan orang menyerang saya," lanjutnya.
Dengan tegas, Riang Prasetya menyebut bahwa ia siap menyelesaikan masalah ini secara hukum melalui pengacara yang sudah ditunjuk.
"Untuk keterangan lanjutnya, kebetulan kuasa hukum saya pada saat itu hadir, nanti dijelaskan lebih detail mengapa dan bagaimana," kata Riang Prasetya.
Baca Juga: Ngaku Dapat Intimidasi, Ketua RT Riang Tunjuk Pengacara Usai Pembongkaran Ruko di Pluit
"Siapa yang melakukan, siapa yang memprovokasi, siapa yang melakukan perbuatan hukum yang tercela, nanti kuasa hukum saya yang menceritakan," tambahnya.
Riang Prasetya menyebut ini sudah berbeda isu, dimana sebelumnya terkait perkara pelanggaran bangunan.
Namun justru kali ini malah menyebut soal rasis, yang disebut sebagai peralihan kasus sebenarnya.
"Ini perbedaan loh kalau yang kemarin-kemarin soal pelanggaran bangungan, (penyempitan) saluran air dan bahu jalan," jelas Riang Prasetya.
"Jelas-jelas itu sudah pelanggaran, dan terbukti adanya pelanggaran dengan adanya rekomtek itu," sambungnya.
Riang Prasetya menilai bahwa oknum yang menyerangnya hanya ingin mengalihkan permasalahan dengan isu lain.
"Justru orang-orang itu mulai mengalihkan permasalahan dengan adanya isu rasis, segala macem, silahkan saja," kata Riang Prasetya.
"Tapi fokus masalahnya sebenarnya adalah pelanggaran saluran air dan bahu jalan," tambahnya.
Terlihat seolah tidak terima atas pembongkaran ruko yang diminta Riang Prasetya, maka mereka melakukan manuver.
"Dan mungkin saja mereka enggak terima, sehingga melakukan manuver-manuver demikian, tapi tetap berlanjut," ungkap Riang Prasetya.***

Share this article
Ketua RT 011/RW 03 Kelurahan Pluit, Riang Prasetya harus bertindak tegas dengan memilih jalur hukum dan menunjuk kuasa hukum.