AYOJAKARTA.COM - Sosok Kuat Ma’ruf kembali menarik perhatian publik di tengah sidang kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Pasalnya, Kuat Ma’ruf merasa kesal karena orang-orang selalu menilainya sebagai seorang pembohong dalam setiap keterangannya.
Hal ini ia ungkapkan pada sidang lanjutan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/1/2023).
Baca Juga: Ditanya Hakim, Richard Eliezer Sebut Pangkat Bharada Hanya Diajarkan Patuh Jalankan Perintah
Awalnya, Hakim Ketua bertanya kepada Kuat Ma’ruf tentang Ferdy Sambo yang disebut-sebut pernah bertanya kepada Kuat Ma’ruf apakah dirinya siap dipenjara.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube KOMPAS TV, Kuat mengungkapkan perasaan sedihnya kala itu ketika mendapat pertanyaan dari Hakim Wahyu.
Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya sempat menangis ketika Ferdy Sambo bertanya kesiapannya untuk dipenjara.
“Dipenjara siapa yang mau Pak lah. Saya nangis pada saat itu,” ujar Kuat Ma’ruf.
“Iya. Udah jangan ditutupin, buka aja semuanya kata Pak Sambo gitu. ‘Kamu siap dipenjara kan yah,” jelasnya.
Baca Juga: Kuat Maruf Nangis Ditelepon Ferdy Sambo, Mengaku Takut Dipenjara: Saya Nangis Pada Saat Itu!
Mendengar hal tersebut, Hakim kemudian bertanya kepada Kuat Ma’ruf arti dari kalimat ‘buka aja semuanya’ yang mengindikasikan bahwa sebelumnya ada kebohongan yang ditutup-tutupin.
“Ini udah yang bener Yang Mulia. Kalo mungkin dulu kan bohong-bohong itu,” kata Kuat Ma’ruf.
Selanjutnya, Hakim Ketua kemudian bertanya kepada Kuat Ma’ruf tentang kebohongan apa saja yang telah dilakukan oleh mantan sopir Sambo tersebut.
“Yang tengkurep aja itu tiarap di balkon. Yang lain saya bener,” ujar Kuat.
Kuat kemudian menyampaikan perasaannya, bahwa dirinya merasa kesal ketika orang-orang selalu menganggap dirinya berbohong.
Baca Juga: Surat Pemecatan Tersebar Luas, Rian Mahendra Akui Kebodohannya Karena Hal Ini
Ia merasa bahwa orang lain selalu menganggap dirinya menyampaikan kebohongan, walaupun itu sebenarnya adalah hal yang benar.
Bahkan, Kuat mengatakan bahwa dirinya merasa ‘enek’ atas tudingan yang selalu mengecap dirinya pembohong.
“Cuma karena awalnya berbohong, sekarang saya ngomong bener aja orang nganggapnya bohong,” curhat Kuat.
“Kadang-kadang saya enek itu Yang Mulia,” katanya dengan sedikit emosi.
Hakim kemudian mengatakan bahwa apa yang terjadi kepada Kuat Ma’ruf disebabkan karena dirinya memang sudah melakukan kebohongan sejak awal.
Kuat Ma’ruf pun setuju atas yang dikatakan oleh hakim, tetapi dirinya berdalih bahwa itu bukanlah keinginannya.
“Itu dia yang bikin saya berat gitu loh. Saya juga ngga kepengin awalnya berbohong, bukan keinginan saya,” tutur Kuat Ma’ruf dengan rasa menyesal.***

Share this article
Hakim Ketua bertanya kepada Kuat Ma’ruf tentang Ferdy Sambo yang disebut-sebut pernah bertanya kepada Kuat Ma’ruf apakah siap dipenjara.