AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo kini sedang menanti hukuman atau vonis dari Majelis Hakim yang akan menentukan hidup dan matinya.
Menjelang pembacaan vonis Ferdy Sambo, terdengar isu adanya gerakan bawah tanah yang ingin mengintervensi hukuman sang eks Kadiv Propam.
Bahkan ada yang menyebut jika Ferdy Sambo sampai dihukum mati, ia akan membongkar rahasia besar yang ia miliki terkait kebobrokan Kepolisian.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews pada Kamis, 2 Februari 2023 berikut ulasannya.
Seperti apa yang dikatakan oleh Alfons Loemau selaku Dosen Ilmu Kepolisian.
Alfons Loemau menyebut bahwa dibongkarnya rahasia Kepolisian sangat mungkin dilakukan oleh suami Putri Candrawathi.
Sebab sebelum menjadi terdakwa, Sambo merupakan mantan petinggi Polri, yakni soerang Kadiv Propam.
Kadiv Propam sendiri biasa disebut Polisinya Polisi, karena mencatat semua dosa-dosa dari seluruh anggota Polri, baik dari pangkat terendah hingga Jenderal.
“kondisi itu sangat berpeluang mengingat seorang Sambo adalah petinggi Div Propam,” ujar Alfons Loemau.
Sambo disebut memiliki sumber daya informasi yang dapat dikeluarkan kapanpun.
Contoh kasus yang diduga sebagai bukti adanya serangan pertahanan yang dibongkar oleh Ferdy Sambo adalah kasus Ismail Bolong.
Kasus Ismail Bolong muncul ketika sidang pembunuhan Brigadir Yosua sedang bergulir.
“diapun ada karena file itu tersimpan sebagai contoh kita lihat setelah perkara ini bergulir baru ada Ismail Bolong punya cerita, ada file-file tersebut tersimpan secara baik tinggal kaya main kartu kapan kartu ini dikeluarin,” kata Alfons.
“ya seperti tadi kaya Pak Sugeng kalau memang dia dijatohin hukuman terberat, Polisi punya kepentingan, dia akan ngoceh,” pungkasnya.
Baca Juga: Geger! Hakim Wahyu Diseret KPK Karena Terima Suap dari Ferdy Sambo, Bagaimana Faktanya?
Sehingga jika eks Kadiv Propam Polri ini sampai dihukum mati, kemungkinan ia akan membuka suara semua kejanggalan yang ada pada tubuh Polri.
Jika hal tersebut sampai dilakukan tentu akan berbahaya bagi organisasi Kepolisian.
“atau kalau sampai itu terjadi maka istilah Jawa orang Jawa tiji tibeh, mati siji mati kabeh, nah ini yang berbahaya bagi organisasi,” ujar Alfons Loemau.***

Share this article
Menjelang pembacaan vonis Ferdy Sambo, terdengar isu adanya gerakan bawah tanah yang ingin mengintervensi hukuman sang eks Kadiv Propam.