AYOJAKARTA.COM--Sebuah teori diungkapkan oleh dosen Universitas Padjajaran, berkaitan dengan penyebab gempa Cianjur yang terjadi belum lama ini.
Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad, Dr. Ir. Ismawan, M.T mengungkapkan bahwa dirinya ragu bahwa Sesar Cimandiri adalah penyebab dari gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 SR yang terjadi di Cianjur.
Sebelumnya, sebuah gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 SR telah terjadi di Cianjur dan menyebabkan ratusan bangunan hancur serta menewaskan ratusan korban jiwa.
Baca Juga: Gempa yang Guncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Berkekuatan M 4,6 Tidak Berpotensi Tsunami
Beberapa orang berpendapat bahwa gempa tersebut dipicu oleh pergerakan Sesar Cimandiri yang diketahui berada dekat dengan pusat gempa.
Walaupun demikian, Ismawan berpendapat bahwa lokasi episenter gempa tersebut jauh dari bentangan Sesar Cimandiri, sehingga mendukung hipotesisnya.
“Yang jelas, saya yakin ini bukan bagian dari sesar Cimandiri, meskipun arahnya sama,” kata Ismawan dikutip dari situs resmi Unpad.
Ismawan mengatakan, kawasan Cugenang yang menjadi episenter gempa Cianjur berjarak sekira 10 kilometer di sebelah utara jalur patahan Cimandiri.
Jalur sesar Cimandiri sendiri bermula dari Palabuhanratu lalu membentang ke arah timur dan berbelok ke utara di sekitar kawasan episenter gempa kemarin.
Dugaan ini juga diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa lebar dari sesar Cimandiri adalah berkisar 8-10 meter.
Baca Juga: Jakarta dalam Bahaya! Aktivitas Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Gempa Bumi Megathrust 8,9 SR
Selain itu, kontur dari sesar Cimandiri memiliki kemiringan ke arah selatan, sehingga lokasi episenter gempa dengan kedalaman 10 kilometer dipastikan berada di luar jalur sesar tersebut.
Selanjutnya, Ismawan menduga bahwa ada sesar baru yang belum diketahui banyak orang yang menjadi penyebab dari gempa ini.
Jejak-jejak pelurusan sesar yang mungkin tertutup oleh beberapa faktor menjadi alasan kemungkinan sesar tersebut belum diketahui.
Baca Juga: Gempa Bumi Susulan Kembali Mengguncang Kabupaten Cianjur, BMKG Laporkan Berkekuatan 2,1 SR
Ismawan mengatakan, dilihat dari focal mechanism gempa Cianjur, ada dua kemungkinan jalur sesar yang belum teridentifikasi tersebut, yaitu: barat-timur atau utara-selatan. Namun, kemungkinan besar, jalur sesar tersebut mengarah barat-timur.
Lanjutnya, ia mengatakan bahwa dirinya yakin gempa ini tidak disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
Sebaliknya, ia khawatir apabila sesar penyebab gempa ini nantinya bisa memicu aktivitas vulkanik.
“Ini dimungkinkan karena kalau sesar lama biasanya ada jejak-jejak pelurusan yang menunjukkan bahwa di situ ada sesar. Di sana karena batuan vulkanik, jejak pelurusannya itu kelihatan tidak ada,” ujarnya.

Share this article
Dosen Unpad mencurigai ada sesar lain sebagai penyebab gempa Cianjur, dan bukan Cimandiri, benarkah memicu aktivitas vulkanik?