AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo kembali melanda Indonesia tepatnya di daerah Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.
Gempa berkekuatan cukup besar tersebut berhasil meluluh lantakkan daerah Cianjur khusunya Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang.
Daerah tersebut merupakan pusat gempa sehingga menjadi daerah dengan kerusakan terparah karena juga terjadi tanah longsor.
Baca Juga: Melihat Gempa Cianjur dari Sisi Psikologis dan Trauma Healing yang Dibutuhkan
Besarnya gempa bumi yang terjadi di Cianjur bahkan hingga dapat dirasakan sampai wilayah Jakarta.
Gempa bumi yang terjadi di Cianjur pada Senin kemarin kemudian dihubungkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh sejumlah ahli gempa bumi yakni yaitu Dwikorita Karnawati, Tatok Yatimantoro, pihak BMKG, pihak BRIN dan juga peneliti Study Of Cambridge.
Dilansir dari SuaraCianjur.id pada Sabtu, 26 26 November 2022, beberapa waktu yang lalu para peneliti tersebut menjelaskan bahwa gempa berkekuatan 8,9 magnitudo akan terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Cianjur Masih Diguncang Gempa Susulan hingga Sabtu Dini Hari
Hal tersebut disebabkan oleh bertemunya lempeng Indo Australia dengan subduksi yang berada di bawah lempeng Sunda.
Awalnya hasil penelitian tidak dapat memastikan kapan pastinya gempa tersebut akan terjadi, namun tiba-tiba pada Senin kemarin terjadi gempa besar di Cianjur.
Kemudian yang lebih mencengangkan, hasil penelitian tersebut juga menyebutkan jika gempa yang terjadi di lempeng Indo Australia dengan lempeng Sunda tersebut berpotensi menimbulkan tsunami setinggi 34 meter.
Bahkan, potensi tsunami setinggi 34 meter disebut-sebut lebih besar dari tsunami Aceh.
Baca Juga: Update Terbaru Jumlah Korban Meninggal yang Telah Ditemukan Akibat Gempa dan Longsor di Cianjur
Bahkan para peneliti juga menuturkan jika gempa yang diprediksi akan terjadi di lempeng Indo Australia dengan lempeng Sunda tersebut diketahui sangat aktif.
Kemudian dari hasil penelitian juga ditemukan adanya celah besar seismig yang berada di selatan Jawa bagian barat dan juga bagian tenggara provinsi Sumatera.
Pola seismig tersebut bahkan tergambar jelas sebagai akibat dari pola gerakan gempa yang kuat di atas lempengan Sunda.
Hasil relokasi hypocenter gempa yang sudah terjadi juga memperlihatkan gugus yang hampir vertikal di daerah selatan Jawa pada bagian barat.
Di mana, kawasan tersebut dimungkinkan terkait dengan patahan backthrust atau disebut juga sesar belakang.
Meski kemungkinan terjadinya potensi tsunami 34 meter tersebut belum dapat dipastikan, namun adanya penemuan secara ilmiah ini tentu saja menunjukkan pentingya mitigasi mengenai bencana yang kemungkinan terjadi di pesisir selatan Jawa dan juga pesisir wilayah Banten.***

Share this article
Gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo kembali melanda Indonesia tepatnya di daerah Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.