AYOJAKARTA.COM -- Siar pengakuan Putri Candrawathi soal dugaan kekerasan atau pelecehan seksual masih menjadi misteri dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Di samping itu, Febri Diansyah, kuasa hukum Putri Candrawathi menyebutkan bahwa pihaknya punya bukti kuat yang akan segera dihadirkan dalam persidangan.
Namun dalam suatu acara bincang-bincang Apa Kabar Indonesia Malam TV One pada 11 November 2022, dugaan adanya pelecehan yang dilakukan Yosua terhadap Putri tersebut terasa janggal dan diragukan oleh Saor Siagian.
- Baca Juga: Terungkap! Adzan Romer Akui Lihat Jasad Brigadir J Dilewati Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
- Baca Juga: Misteri Pelecehan Seksual ke Putri Candrawathi: Febri Ngaku Punya Bukti, Kuat Ma’ruf & Susi Mengaku Tak Tahu
- Baca Juga: Dilecehkan Kok Putri Candrawathi Masih Suapi Brigadir J? Pakar Hukum: Kasus Ini jadi Senjata Ferdy Sambo
Kata dia, hal tersebut disebabkan karena ART Susi mengaku tidak mengetahui soal tuduhan pelecehan seksual yang menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Yosua.
Lantas atas pengakuan Susi tersebut, kini menjadi suatu hal yang menarik karena motif pelecehan yang digaungkan oleh Putri Candrawathi bisa jadi adalah rekayasa fiktif yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Kemudian Saor Siagian yang merupakan mantan pengacara penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyoroti kejanggalan soal pengakuan Putri tentang pelecehan seksual.
Di mana menurutnya, sosok korban pelecehan seksual seharusnya memiliki trauma yang besar melebihi trauma seorang teroris.
- Baca Juga: Sebut Putri Candrawathi Halu hingga Playing Victim, Martin Simanjuntak Patahkan Tuduhan Kekerasan Seksual
- Baca Juga: Inilah 3 Fakta Tentang Putri Candrawathi yang Sudah Terungkap di Persidangan, yang Terakhir Mencengangkan!
Namun berbeda dengan Putri Candrawathi yang mengaku menjadi korban pelecehan daripada seorang ajudan Brigadir Yosua.
Putri Candrawathi justru diketahui akrab dan sempat menyuapi Yosua pada saat perayaan anniversary pernikahannya dengan sambo.
"Puncaknya pada 7 subuh waktu anniversary, si Yosua itu masih disuapi korban pelecehan seksual padahal teori pelecehan seksual yakni trauma yang paling besar melampau trauma seorang teroris adalah pelecehan seksual," ujar Saor Siagian.
Menurutnya, alasan pelecehan seksual adalah satu-satunya alasan yang bisa digunakan pihak Ferdy Sambo untuk menjadi alasan pembenar atas peristiwa tersebut, atau sebagai langkah untuk mendapatkan keringanan hukuman.
"Kelihatanya dalam pasal 340 menurut saya dalam dua tiga kali sidang ini, sudah sangat terang benderang karena sudah obstruction of justice banyak saksi-saksi soal perencanaan tersebut, satu-satunya harapan mereka kali ini adalah pelecehan seksual," tandasnya.
Bahkan Saor Siagian sempat menjuluki langkah yang diambil oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, tuduhan pelecehan seksual itu dijuluki dengan langkah silat jurus mabuk.
"Makanya dalam silat ini namanya jurus mabuk, jadi mabuknya ini pokoknya pelecehan seksual, pelecehan seksual," ujarnya.***

Share this article
Dugaan adanya pelecehan yang dilakukan Yosua terhadap Putri Candrawathi terasa janggal dan diragukan oleh Saor Siagian.