AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J oleh tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akhirnya mulai terungkap.
Sebelumnya, lima tersangka sudah ditetapkan pada kasus pembunuhan terhadap Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo tersebut.
Lima tersangka tersebut antara lain adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf.
Kuat Maruf, sopir pribadi Putri Candrawathi ini juga telah ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J bersama empat orang lainnya.
Kuat Maruf atau yang akrab dengan sebutan Om Kuat merupakan seorang ART dari pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Diketahui juga, Om Kuat alias Kuat Maruf ini merupakan seorang sopir pribadi dari istri tersangka FS, yaitu Putri Candrawathi.
Baca Juga: Siapa Effendi Simbolon yang Diburu TNI? Simak Profil Agama hingga Anak-Istri
Dilansir AyoJakarta.com dari SeputarTangsel.com pada Jumat, 16 September 2022, Putri Candrawathi diisukan memiliki hubungan spesial dengan sopir pribadinya tersebut, Kuat Maruf.
Dikatakan bahwa Kuat Maruf memiliki gaji yang terbilang sangat besar sebagai seorang sopir.
Diketahui bahwa gaji sopir pribadi Putri Candrawathi tersebut berkisar antara Rp7 juta sampai Rp10 juta per bulan.
Atas dasar hal ini, Kuat Maruf diperkirakan merupakan orang yang menjadi sosok kepercayaan dari Ferdy Sambo.
Bahkan, Kuat Maruf memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan beberapa ajudan Sambo yang lain.
Dari spekulasi yang telah beredar, disebutkan bahwa cikal bakal pembunuhan terhadap Brigadir J oleh Ferdy Sambo didasarkan dari laporan yang dibuat oleh Kuat Maruf.
Pada saat itu, disebutkan bahwa Kuat Maruf melaporkan kedekatan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J di Magelang kepada Ferdy Sambo.
Menanggapi hal tersebut, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun pun berkomentar terhadap gaji fantastis dan isu hubungan spesial antara Putri Candrawathi dan Refly Harun.
Baca Juga: Brigjen Hendra Kurniawan Akhirnya Jujur soal Skenario Cantik Ferdy Sambo, Singgung Nama Kapolri
"Jadi memang agak memunculkan spekulasi kalau ada hubungan terlarang antara Kuat Maruf dan Putri Candrawathi," kata Refly Harun.
"Tapi itu adalah sebuah spekulasi yang tidak bisa dibantah, tapi tidak juga dibenarkan karena tidak ada pernyataan atau kesaksian yang tidak membantah," sambungnya.
Menurut ahli hukum tersebut, spekulasi yang ia lakukan ini sama halnya dengan dugaan pelecehan seksual yang dilontarkan kepada Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.
Atas dasar hal tersebut, Refly Harun kemudian mengatakan bahwa spekulasi hubungan terlarang antara istri Sambo dengan sopir pribadinya tersebut tidak bisa dibantah.
"Kita harus pahami soal psikologi, ada orang yang sekadar hubungan intim saja, tetapi tidak bicara tentang hubungan jangka panjang, apalagi untuk menggantungkan hidup misalnya," ujarnya.
Baca Juga: Viral Parodi Rekonstruksi Ferdy Sambo Versi Anak Kecil Dihujat Netizen
"Atau soal-soal psikologi (merasa) ditinggalkan, soal kenyamanan, dan lain sebagainya," kata Refly Harun menambahkan.
Walaupun demikian, ia menyampaikan secara tegas bahwa perselingkuhan yang terjadi antara Putri Candrawathi dengan Kuat Maruf baru sekedar spekulasi saja.
Namun, spekulasi tersebut juga harus dikemukakan ke publik, sama halnya seperti dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J.
"Jadi kenapa spekulasi? Karena memang tidak ada orang yang melihat langsung kejadiannya kecuali katanya-katanya saksi dan itu pun kejadiannya sifatnya post factum dan tidak ada visum et repertum bahwa terjadi kekerasan seksual," ucapnya.
Refly Harun juga berpendapat bahwa kekurangan bukti yang ada pada kasus ini menimbulkan banyak spekulasi lain yang beredar di tengah publik.
"Makanya kemudian ada spekulasi lagi lainnya bahwa kasus ini sengaja dilokalisir ke motif-motif domestik. Entah itu soal Kuat vs Candrawathi atau Brigadir J vs Candrawathi atau Sambo vs Brigadir J atau Sambo vs AKP Rita Yuliana," tuturnya.
Baca Juga: Akhirnya! Bripka RR Bongkar Semua Skenario Busuk Ferdy Sambo, Adegan Menangis Hanya Rekayasa
Ia kemudian juga memberi penegasan bahwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang terus berputar di motif domestik walaupun kejadian utama sudah jelas konturnya.
Menurut ahli hukum tersebut, pihak kepolisian pada saat ini hanya perlu menentukan apakah pembunuhan yang dilakukan terhadap Brigadir J dilakukan oleh Ferdy Sambo atau tersangka hanya memerintah orang lain.
Sayangnya, pada saat ini belum bisa dipastikan mengenai kejadian aslinya karena dua keterangan yang berbeda antara Ferdy Sambo dan Bharada E perihal kronologi penembakan yang terjadi.***

Share this article
Kuat Maruf memiliki gaji yang terbilang sangat besar sebagai seorang sopir Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.