Polemik Pembekalan Jajaran Kabinet Merah Putih Pakai Kocek Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Salahi Aturan? Ini Analisa Pakar Hukum

Pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan di Lembah Tidar Magelang menuai polemik.
Pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan di Lembah Tidar Magelang menuai polemik.

AYOJAKARTA.COM -- Pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan di Lembah Tidar Magelang menuai polemik.

Pasalnya publik mempertanyakan, agenda pembekalan ini apakah tercatat dalam nomenklatur acara kenegaraan atau tidak.

Ditambah santer diberitakan bahwa anggaran yang digunakan bukan berasal dari APBN melainkan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Para Menteri di Kabinet Merah Putih Sudah Pulang dari Akmil Magelang, Zulkifli Hasan dan Muhaimin Iskandar Punya Kesan Ini

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menggelar acara pembekalan 59 Menteri, Wakil Menteri, dan Ketua Badan di Akademi Militer, Lembah Tidar, Magelang, mulai tanggal 25 Oktober 2024.

Pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih ini untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, kerja sama, hingga solidaritas tim dalam kabinet.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo Subianto ingin menggembleng jajaran Kabinet Merah Putih agar memiliki nilai-nilai kepemimpinan, patriotisme, keberanian, serta semangat cinta Tanah Air.

Baca Juga: Rapat Kabinet Perdana Prabowo-Gibran Digelar, AHY Ungkap Pesan Presiden Baru

Akan tetapi kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari ini justru menuai sorotan tajam dari publik dan para pakar.

Publik mempertanyakan jika status agenda kegiatan yang dilakukan tidak tercatat dalam nomenklatur maka terjadi kevakuman pemerintahan selama tiga hari dan itu dianggap menyalahi aturan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hafizul Mizan menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan jajaran Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan ini sudah dipersiapkan jauh hari oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Dampak Otto Hasibuan Diangkat Jadi Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih, Posisi Iptu Rudiana Diprediksi Akan Begini

Karena Presiden Prabowo Subianto melihat jajaran kabinet Merah Putih terdiri dari beragam kalangan mulai dari partai koalisi hingga non koalisi TKN sehingga bisa berjalan dengan satu visi misi yang seirama.

"Pak Presiden kita ini merupakan Jenderal tempur, jadi kalau lapangannya oke, beliau juga intelektual, jadi acara di Magelang ini menurut beliau harus ada sesuatu pembekalan karena ini kalangan sangat beragam, ada partai koalisi, ada partai non koalisi daei TKN, makanya semua harus berjalan seirama sesuai dengan satu visi yang harmonis," ujar Hafizul, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Metro TV, hari Selasa, 29 Oktober 2024.

Hafizul juga menekankan bahwa pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih ini bukan hanya semata-mata tentang penyelarasan visi melainkan juga penanaman patriotisme.

Berbagai materi pembekalan diberikan, meliputi korupsi, pembekalan oleh jajaran Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan sebagainya.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto ingin seluruh jajaran Kabinet Merah Putih bukan hanya memiliki kesamaan visi tetapi juga gerak langkah.

Baca Juga: Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla Tanggapi Jumlah Kabinet Prabowo-Gibran, Sebut Tidak Masalah tapi…

Polemik muncul terkait anggaran pembiayaan pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih ini berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto bukan dari APBN.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Kadring yang mengonfirmasi kebenaran dari anggaran yang digunakan dalam kegiatan ini.

"Ya omon omon, anggaran ini dari mana, ya dari uang pribadi beliau (Presiden Prabowo Subianto)," jelas Abdul Kadir Kadring.

Menanggapi polemik tersebut, apakah acara pembekalan ini jika masuk dalam nomenklatur kenegaraan dibiayai oleh dana pribadi menyalahi aturan, Hafizul Mizan memberikan tanggapannya.

Baca Juga: Kabinet Gemoy Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Dinilai Bentukan Instruksi Jokowi, Pengamat Beberkan Fakta Ini

"Beliau menekankan ini penting dilaksanakan, beliau tidak mau ambil pusing dan ini dilakukan dengan uang pribadi, kenapa, karena satu bulan persiapan menjelang hari H, Pak Prabowo tidak bisa menggunakan anggaran Kementerian Pertahanan karena ini bukan acara Kemenhan." ujar Hafizul.

"Saat pelaksanaan itu, beliau sudah jadi Presiden dan saat persiapan belum jadi Presiden, jadi tidak bisa menggunakan anggaran Sesneg," tambahnya.

Pakar Hukum Tata Negara, Profesor Juanda, juga memberikan analisisnya.

Menurutnya, dalam konteks anggaran kenegaraan tentu sebaiknya menggunakan APBN.

Baca Juga: Kabinet Prabowo-Gibran Digadang-gadang akan Jadi Kabinet Gemoy, Bisa Bekerja dengan Solid? Ini Kata Rocky Gerung

"Memang dalam prinsip pengelolaan negara memang disitu tidak ada pertanggungjawaban dalam arti korupsinya nya tapi seyogyanya yang lebih pas, kegiatan kenegaraan dibiayai oleh APBN," terang Juanda.

Prof Juanda berujar bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan langkah yang progresif walaupun dalam konteks anggaran kenegaraan kurang sesuai.

"Secara anggaran kenegaraan, saya kira kurang tepat dalam konteks Pak Prabowo bagus, mungkin beliau tidak mau nanti terjerat persoalan hukum apakah ada nomenklatur soal pembekalan dan tidak ini yang perlu kita telusuri," jelas Juanda.

"Pak Prabowo mengambil tindakan progresif biaya sendiri dulu yang penting apa yang diinginkan oleh Pak Prabowo terwujud untuk mengkoordinasi menterinya, tinggal persoalannya nanti konsekuensi dari ini, itu para menterinya harus running, harus menjawab ekspetasi Pak Prabowo sebagai presiden," pungkasnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pembekalan
# Kabinet Merah Putih
# Prabowo

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.