Pengawasan Orang Tua vs Jam Malam, Mana yang Lebih Efektif Cegah Kenakalan Remaja?

Ilustrasi Kenakalan Remaja
Ilustrasi Kenakalan Remaja

AYOJAKARTA.COM - Wacana penerapan jam malam bagi pelajar yang dicanangkan sebagai solusi untuk menekan aksi tawuran remaja di malam hari mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, dengan mayoritas orang tua murid menyatakan setuju meskipun berdomisili di Jakarta.

Pemerhati anak Retno Listyarti mengapresiasi niat baik pemerintah dalam melindungi anak-anak usia 0 sampai 18 tahun melalui pemberlakuan jam malam dengan batas waktu pukul 20.00.

"Pertama tentu kita harus mengapresiasi bahwa ini kan niatnya untuk melindungin anak-anak ya. Artinya anak-anak masih usia di bawah 18 dong berarti ya 0 sampai 18 tahun. Nah untuk anak-anak ini maka diberlakukan jam malam tadi batasnya jam 20.00 ya. Tentu niatnya adalah melindungi anak-anak," ungkap Retno Listyarti.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Panggil Roy Suryo untuk Pemeriksaan Kedua Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik Kelanjutan Kasus Ijazah Jokowi

Namun, mengingat luasnya wilayah Jawa Barat, ia menekankan perlunya pendataan atau kajian terlebih dahulu terkait aktivitas anak di berbagai daerah yang memiliki karakteristik berbeda antara pedesaan dan perkotaan.

Retno Listyarti menjelaskan bahwa penerapan jam malam tidak bisa disamaratakan karena realitas sosial ekonomi yang beragam di masyarakat.

Ia menyoroti kondisi anak-anak yang mengikuti les setelah pulang sekolah, yang biasanya dilakukan setelah mandi, makan, dan salat, sehingga aktivitas les musik atau olahraga mereka kadang berlangsung di atas jam 18.00.

"Ada anak-anak yang misalnya mengikuti les. Biasanya mereka ikut les itu setelah jam pulang sekolah mandi dulu makan dulu gitu ya. Baru kemudian setelah salat kemudian mereka apa les dan les itu macam-macam tidak cuma pelajaran tapi ada musik juga ada olahraga yang memang mereka lakukan tuh kadang-kadang di atas jam 18," jelasnya.

Baca Juga: Meski Dinyatakan Asli, Roy Suryo Masih Pertanyakan Mengapa Bareskrim Tak Tunjukkan Ijazah Jokowi

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi kondisi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang harus membantu orang tua, seperti membantu ibu yang berjualan pecel lele di malam hari atau aktivitas ekonomi keluarga lainnya.

Retno juga menyinggung realitas perumahan padat di perkotaan dimana anak-anak dari keluarga dengan rumah sempit dan terbatas mungkin tidur bergantian karena keterbatasan ruang, sehingga mereka tidak tahan berlama-lama di dalam rumah.

Terkait efektivitas jam malam yang sudah pernah diterapkan di beberapa kota seperti Depok, Aceh, Garut, dan Ternate, Retno menyatakan bahwa kajian komprehensif tentang keberhasilan kebijakan tersebut masih minim.

"Sebenarnya kalau kajian itu belum ada ya misalnya menyatakan ini berhasil atau tidak tuh hampir tidak ada atau berdampakkah misalnya karena tawuran itu dilakukan biasanya oleh anak-anak sekarang itu di atas jam 23 malah gitu ya," ungkapnya.

Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 2025 Masuki Tahap Verifikasi Rekening, Kapan Pencairan Dimulai?

Ia menekankan bahwa tawuran yang biasanya terjadi di atas pukul 23.00 dan dikoordinasikan melalui media sosial memerlukan perhatian khusus, namun jumlah anak yang terlibat tawuran sebenarnya hanya persentase kecil dari total populasi pelajar.

Retno menyarankan agar pemerintah daerah memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang baik untuk melihat dampak kebijakan.

Sambil memberikan contoh Jakarta yang justru membuka taman-taman selama 24 jam karena ada aktivitas positif seperti bermusik, berlatih biola, olahraga, dan skateboard yang dilakukan di malam hari.

Ia menegaskan pentingnya peran pengasuhan keluarga dan pengawasan orang tua, dimana "sebenarnya enggak perlu ada aturan tapi kalau keluarga-keluarga punya ketahanan keluarga yang baik punya hubungan harmonis dengan anak-anaknya sebenarnya anaknya enggak perlu cari pelampiasan ke luar sana gitu."

Baca Juga: Kewajiban dan Larangan Penting KPM PKH Tahap Kedua 2025, Panduan Lengkap dari Kemensos

Untuk sanksi, Retno menekankan bahwa kesalahan anak tidak pernah berdiri sendiri dan jika ada sanksi seharusnya berorientasi pada orang-orang yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Terutama orang tua dan lingkungan sekolah, serta pentingnya sinergi antara dinas terkait, masyarakat, RT/RW, Babinsa, dan kepolisian dalam implementasi kebijakan ini.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# 0 sampai 18 tahun
# Retno Listyarti
# jam malam

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).