AYOJAKARTA.COM - Nyamuk wolbachia belakangan ini masih menjadi perdebatan publik.
Banyak masyarakat khawatir dengan penanganan DBD yang menggunakan nyamuk wolbachia malah membuat manusia sakit.
Guru besar dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K) pun memberikan tanggapan terkait nyamuk wolbachia.
Baca Juga: Daftar 10 Prodi Sepi Peminat di Unnes yang Bisa Jadi Acuan SNBP 2024, Ada yang Cuma 63 Pendaftar!
Dikutip dari laman resmi unair.ac.id, Prof Dr Aryati mengatakan bahwa penelitian mengenai nyamuk ini sudah berlangsung sejak lama.
“Perjalanan Wolbachia ini sudah berlangsung lama sejak 2011,” ujarnya.
Prof Aryati sendiri telah bergabung dalam Tim Ahli Kajian Risiko Wolbachia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2016 lalu.
Bahkan analisis soal respon masyarakat terhadap wolbachia pun juga telah dilakukan sejak lama.
“Analisis soal kemungkinan terjadinya perdebatan oleh masyarakat sudah terpikirkan sejak dulu,” katanya.
Wolbachia ini merupakan bakteri alami. Bakteri tersebut merupakan bakteri Gram negatif yang secara alami ada pada misalnya kupu-kupu, lalat, dan lebah.
“Tapi yang paling terkenal kandungan Wolbachia ada di lalat buah drosophila melanogaster,” kata Prof Aryati.
Menariknya nyamuk ini menghasilkan siklus yang berbeda ketika proses perkawinan. Seperti Wolbachia jantan yang kawin dengan betina maka tidak akan menghasilkan telur yang menetas.
Baca Juga: Yakin Ada Rekayasa, Otto Hasibuan Beberkan Peran Krusial Krishna Murti dalam Kasus Jessica Wongso
“Nyamuknya jadi mandul ya, tidak bisa menghasilkan keturunan,” terangnya.
Sementara itu, untuk wolbachia betina yang kawin dengan yang jantan maka akan menghasilkan telur dengan gen Wolbachia.
Meski keberadannya banyak mendapat penolakan, namun wolbachia memiliki banyak manfaat.
Prof Aryati menjelaskan bahwa gigitan nyamuk wolbachia tidak akan membuat manusia sakit karena bakteri yang berada pada nyamuk tersebut tidak bisa menginfeksi manusia.
“Bakterinya tidak mungkin pindah, karena bakter hanya berada pada tubuh nyamuk saja. Kalau tergigit tidak akan menyebabkan manusia sakit,” ungkap Prof Aryati.***

Share this article
Guru besar dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Aryati dr MKes SpPK(K) pun buka suara, bahaya?