AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini ramai soal kritikan yang dilontarkan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Terhadap subsidi mobil listrik yang tengah gencar digelontorkan oleh pemerintah Indonesia. Kritik tersebut disampaikan di hadapan pendukungnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, mendorong warga untuk menggunakan kendaraan listrik bukan solusi untuk mengatasi persoalan lingkungan terutama polusi udara.
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan Luruskan Sudah Tunaikan Janji Jokowi di Jakarta
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa warga yang mampu memberi mobil listrik bukan masyarakat yang layak diberikan subsidi.
Ia justru mendorong kendaraan listrik seperti kendaraan umum berbasis listrik untuk bisa diproduksi secara masal.
Yakni tidak lain untuk mengatasi persoalan lingkungan khususnya terkait polusi udara.
“Solusi menghadapi masalah lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik,” ujar Anies Baswedan dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV, Kamis (11/5/2023).
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan Luruskan Sudah Tunaikan Janji Jokowi di Jakarta
“Yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” sambungnya.
Menurutnya jika dihitung, emisi karbon mobil listrik perkapita per kilometer dinilai lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak.
Ternyata kritikan yang disampaikan oleh Anies Baswedan kini menjadi polemik setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membantahnya.
Menurutnya studi komprehensif terkait dengan mobil listrik telah dilakukan di jauh-jauh hari dan di seluruh dunia.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Soal Subsidi Mobil Listrik, Luhut Tantang Balik: Suruh Dia Datang ke Saya!
Kepada awak media, Luhut meminta Anies Baswedan untuk mendatangi dirinya untuk bisa mendapatkan penjelasan terkait hal tersebut.
“Mengenai mobil listrik sudah ada studi komprehensif. Saya kira di seluruh dunia bukan hanya kita. Jadi jangan lawan arus dunia juga. Siapa yang berkomentar saya tidak tahu. Suruh datang ke saya bisa saya jelaskan bahwa itu tidak benar omongannya,” katanya pada Selasa (9/5/2023).
Menanggapi saling serangnya Anies Baswedan dan Luhut Binsar Pandjaitan terkait subsidi mobil listrik, pengamat politik Rocky Gerung juga turut buka suara.
Ia pun kembali memberikan komentar menohok dan tidak menampik bahwa jika pembahasan tentang persoalan lingkungan dibahas oleh calon presiden dan tokoh lainnya.
“Jadi betul bagus bahwa semua ide yang menyangkut public polusi dipercakapkan antara calon presiden dengan publiknya, calon presiden dengan presiden yang sekarang,” ujar Rocky Gerung dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Rocky Gerung Official.
“Intinya tuh jadi percakapan itu memungkinkan kita melihat kualitas calon presiden berikutnya,” sambungnya.
Ia bahkan dalam penyampaiannya menyinggung Gubernur Jawa Tengah yang juga sebagai bakal calon presiden yang diusung PDIP.
Pengamat politik ini kembali mengungkit soal kasus tambang Wadas yang ikut menyeret nama Ganjar Pranowo terkait penetapan izin yang menurut masyarakat sekitar akan merusak lingkungan.
Baca Juga: CAPRES MEMANAS! Anies Baswedan Singgung Intervensi Politik di Pilpres 2024, Siapa yang Dimaksud?
“Kalau kita bikin debat presiden di bidang lingkungan, Ganjar pasti gagap di situ. Soal Wadas, orang akan ingat begitu masuk arena ini udah pasti buta huruf,” kata Rocky Gerung.
Ia juga menyoroti balasan Luhut terkait kritikan dari Anies Baswedan, menurutnya hal tersebut tidaklah masalah.
“Pak Luhut tentu ada kritik, tapi dia pembuat kebijakan dia mampu untuk duel argument. Jadi undang aja nggak perlu antar capres, mereka yang ingin perdebatkan ide seorang capres silahkan masuk ke dalam pertarungan gagasan,” tandasnya.***

Share this article
Belakangan ini ramai soal kritikan yang dilontarkan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.