AYOJAKARTA.COM - Bakal Calon Presiden Anies Baswedan menghadiri acara pidato politik dihadapan Relawan Amanat Indonesia (ANIES).
Acara pidato politik Anies Baswedan yang bertajuk Deklarasi Relawan ANIES tersebut digelar pada Minggu (7/5/2023) di Lapangan Tennis Indoor, Stadion GBK Senayan, Jakarta Pusat.
Acara tersebut diketahui dihadiri oleh 4000 peserta yang tergabung dalam Relawan Amanat Indonesia (ANIES).
Baca Juga: Tanggapi Rumor Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming: Please, Umur Belum Cukup!
Tak hanya para relawan, sejumlah pejabat pun turut hadir Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, ada juga anggota DPR RI Fraksi PKS yaitu Habib Aboe Bakar Al Habsyi dan juga anggota DPR RI fraksi PKS Ahmad Syaikhu.
Tak ketinggalan keluarga Anies Baswedan juga ikut hadir untuk mendukung Anies dalam memberikan pidato politik dihadapan para relawan.
Dalam pidatonya, Anies Baswedan sempat menyinggung soal subsidi kendaraan listrik yang memang saat ini tengah digadang-gadang oleh pemerintah.
Menurut Anies, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan lingkungan hidup.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Diisukan Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Bagaimana Respon Presiden Jokowi?
Maka dari itu harus dicari solusinya yang dimana bukan terletak pada penggunaan mobil listrik.
“Solusi menghadapi tantangan lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” ujar Anies seperti dilansir Ayojakarta.com pada siaran TV One News, Selasa (9/5/2023).
Ucapan Anies tersebut sontak mendapat riuh dari para peserta relawan yang hadir.
“Kalau kita hitung ini contoh, pada mobil listrik emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak,” ujar Anies.
Menurutnya kenapa hal itu bisa terjadi, karena bis sendiri bisa memuat orang banyak, sedangkan mobil hanya memuat orang sedikit.
Bahkan Anies menyebut bahwa penggunaan mobil listrik justru akan menambah jumlah kendaraan di jalanan, dan menambah kemacetan.
“Ketika kendaraan pribadi berbasis listrik dia tidak akan menggantikan mobil yang di garasinya, dia akan menambah mobil di jalanan, menambah kemacetan di jalanan,” lanjut Anies.
Jadi menurut Anies, yang perlu didorong ke depan adalah demokratisasi sumber daya.
Dimana sumber daya yang dimiliki negara diberikan melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak.
Anies juga sempat menyindir bahwa tindakan tersebut harus benar-benar dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan percakapan di sosial media belaka.
“Bukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian dalam percakapan, apalagi percakapan sosial media,” katanya.
Anies kemudian menjelaskan maksudnya lebih detail dimana yang seharusnya diubah menjadi kendaraan listrik adalah kendaraan-kendaraan umum, kendaraan-kendaraan berbasis logistik, bukannya kendaraan pribadi.***

Share this article
Anies Baswedan sempat menyinggung soal subsidi kendaraan listrik yang memang saat ini tengah digadang-gadang oleh pemerintah.