AYOJAKARTA.COM - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka proses Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2022 batch 2.
Pada rekrutmen tersebut tersedia 890 posisi untuk talenta terbaik yang memiliki ijazah Diploma hingga S2.
Tetapi beberapa hari yang lalu, jagat Twitter dihebohkan dengan terbongkarnya praktik kecurangan pada Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2022 pada tes Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada 9-10 Januari 2023.
Imbas terjadinya praktik kecurangan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir meminta peserta yang terbukti curang untuk di-blacklist.
Dilansir AyoJakarta.com pada akun Instagram @fhci.bumn (19/1/2023), saat ini Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) sedang melakukan penelusuran dan penyelidikan terkait indikasi terjadinya kecurangan.
Kementerian BUMN dan FHCI akan membawa praktik kecurangan pada RBB 2022 ke ranah hukum.
Erick Thohir meminta kepada Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN untuk melakukan investigasi.
Baca Juga: Viral! Bak Koboy, Seorang Pengendara Mobil Pelat RFS Keluarkan Senjata di Jalan
"Jika terbukti tindakan tersebut melanggar hukum, laporkan ke penegak hukum." Katanya.
"Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan kami blacklist di BUMN." Tambahnya.
Erick Thohir juga mengungkapkan jika seluruh peserta yang terlibat dalam kasus perjokian pada RBB 2022 akan di-blacklist.
Tedi Bharata selaku Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN menyatakan terdapat 39 nama yang berhasil teridentifikasi melakukan praktik kecurangan.
"39 nama tersebut tergabung dalam suatu grup dan semuanya otomatis gugur." Jelasnya.
"Bukan hanya gugur namun juga kami blacklist." Tambahnya.
Tedi menjelaskan jika peserta yang terbukti bersalah tidak akan dapat mengikuti semua kegiatan dan program yang dilakukan oleh Kementerian BUMN dan BUMN.
Alexandra Askandar selaku Ketua Umum FHCI mengungkapkan seharusnya praktik-praktik kecurangan pada proses rekrutmen BUMN 2022 tidak terjadi.
Sebab, online test RBB 2022 memiliki sistem proctoring atau pengawasan yang dapat mendeteksi kecurangan secara otomatis.
Peserta yang mengerjakan tes akan terdeteksi apabila terdapat multi-face, melakukan tangkapan layar, menggunakan multi-tab, hingga gerak-gerik mencurigakan.
"Peserta yang terindikasi melakukan kecurangan, termasuk perjokian akan langsung digugurkan oleh sistem." Katanya.
"Kami yakin bahwa hingga saat ini sistem RBB reliable dan secure." Ungkapnya.
"Tidak ada gangguan dari aspek security ataupun peretasan yang dapat dilakukan oleh oknum yang hendak melakukan kecurangan." Tambahnya.
Alexandra Askandar juga mengatakan jika Rekrutmen Bersama BUMN 2022 bukan hanya proses rekrutmen biasa tapi melainkan proses untuk mencetak para pemimpin masa depan.***

Share this article
Jagat Twitter dihebohkan dengan terbongkarnya praktik kecurangan pada Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2022 pada tes Bahasa Inggris.