Momen Putri Candrawathi Nyuruh Hakim di Persidangan

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2022).
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2022).

AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi sempat menyuruh hakim saat gelaran sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rabu, 11 Januari 2023.

Saat itu, hakim tengah menggali informasi terkait alasan Putri Candrawathi yang mengajak Kuat Maruf ke lantai 3 rumah Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ketika menjawab, Putri mengaku tidak tahu dan lupa mengapa dirinya naik ke lantai 3 bersama Kuat.

Alih-alih menjawab rasa penasaran haki, Putri Candrawathi justru menyuruh hakim untuk menanyakan kepada Kuat Maruf.

Baca Juga: Putri Candrawathi Ditanya Hakim Alasan Ajak Kuat Maruf ke Lantai Tiga, Ternyata...

Awalnya Putri Candrawathi mengaku tidak tahu mengapa Kuat Maruf ikut bersamanya di dalam lift ke lantai 3.

Namun setelah hakim memutarkan CCTV di persidangan, terlihat tindakan Putri Candrawathi yang saat itu bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya.

Pengakuan Putri Candrawathi yang mengaku tidak tahu Kuat Maruf ikut ke lantai 3 langsung seketika terpatahkan.

Setelah ketahuan memberikan pengakuan yang bertolak belakang, Putri Candrawathi seakan-akan mendadak "amnesia" soal peristiwa tersebut.

Putri Candrawathi kemudian mengaku lupa dengan kejadian tersebut.

Baca Juga: Ditanya JPU, Chuck Putranto Lancar Ceritakan Hubungan Putri Candrawathi dan Brigadir J

"Saya mau menanyakan kepada saudara, ketika saudara habis PCR, kan akhirnya saudara naik ke lantai 3 itu bersama dengan Kuat. Mengapa dengan Kuat?" tanya hakim, dikutip dari siaran Kompas TV, Sabtu, 14 Januari 2023.

"Saya tidak tahu kenapa Kuat ikut dengan saya," jawab Putri.

"Lho itu lift kan ke lantai 3?" tanya hakim lagi.

"Tapi kan Kuat juga sudah lama dengan saya," jawab Putri menegaskan.

"Iya, tapi kan itu masuk keruangan rumah saudara dan rumah saudara yang paling privasi di lantai 3," cecar hakim kepada Putri Candrawathi.

"Mungkin ditanyakan ke Kuat saja Yang Mulia," jawab Putri.

Baca Juga: Telak! Putri Candrawathi Mendadak 'Amnesia' saat Hakim Beberkan CCTV Berduaan dengan Kuat Maruf

"Tidak. Kan itu dengan saudara, saya tanyanya sama saudara bukan sama Kuat," hakim terus berusaha menggali.

"Mohon ijin Yang Mulia, saya tidak memerintahkan Kuat untuk ikut tapi dia sendiri inisiatif ikut dengan saya," jawab Putri memberikan alasan.

"Iya, baiklah, ikut dengan saudara. Ketika sampai di lantai 3, saat itu saudara ketemu dengan suami saudara?" tanya hakim.

"Tidak," jawab Putri.

"Di lantai 3?" tanya hakim lagi.

"Tidak, waktu yang awal sama Kuat saya hanya meletakkan tas saja terus saya turun ke lantai 2, baru saya ketemu suami saya di ruang kerja di lantai 2," jawab Putri.

"Baik kita akan kroscek dengan CCTV. Karena dari situ, itu akhirnya di lantai 3 dan pada saat itu waktu itu FS itu ada di lantai 3," ujar hakim.

Mendengar hakim berkata demikian, kembali Putri Candrawathi menjelaskan kronologi saat dirinya naik ke lantai 3 bersama Kuat Maruf dan apa yang dilakukannya di atas hingga pertemuannya dengan sang suami Ferdy Sambo.

"Baik kita ikuti keterangan saudara," ujar hakim lagi sambil akhirnya meminta diputarkan CCTV.

Baca Juga: Putri Candrawathi Akui Berduaan dengan Brigadir Yosua di Kamar Usai Dugaan Pelecehan, Ternyata Inginkan Ini

Kemudian diputarlah rekaman CCTV yang memperlihatkan fakta yang bertolak belakang dengan keterangan Putri Candrawathi sebelumnya.

“Dari CCTV ini kan terlihat sekali tangan saudara memanggil orang dan saudara pastikan akhirnya saudara Kuat masuk. Boleh kita lihat lagi supaya lebih jelas lagi,” ujar hakim.

“Lha itu kan tangan saudara manggil, ini yang terjadi. Sedangkan tadi saudara mengatakan Kuat Maruf ini mengikuti saudara saja. Ternyata yang kita lihat ada panggilan saudara dari tangan maupun gerakan saudara. Bisa dijelaskan itu?” cecar hakim.

“Mohon ijin Yang Mulia saya sesungguhnya lupa apa yang saya lakukan saat itu dan saya juga waktu itu juga saya lupa saya naik sama Kuat Maruf,” Putri Candrawathi kemudian merubah jawaban yang diberikannya.

“Baik, artinya kan sekarang sudah ingat? Apa tujuan saudara?” tanya hakim lagi.

“Tidak ada tujuan apa-apa, karena saya juga lupa saya ngapain di situ,” ujar Putri Candrawathi yang mengaku lupa.***

 
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Putri Candrawathi
# Kuat Maruf
# Brigadir J

News Update

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.