AYOJAKARTA.COM – Gunung Marapi masih terus erupsi sampai dengan pukul 09:44 WIB, Sabtu 7 Januari 2023, dengan tinggi kolom letusan 200 meter dari atas puncak.
Informasi erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat dilansir laman magma.esdm.go id dan akun Twitter Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), @PVMBG_, hari ini Sabtu, 7 Januari 2023.
“Terjadi erupsi G. Marapi pada hari Sabtu, 07 Januari 2023, pukul 09:44 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 m di atas puncak (± 3091 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2.4 mm dan durasi 109 detik.”
Demikian informasi yang disampaikan laman magma.esdm.go.id.
Dengan adanya aktivitas tersebut, pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi.
Baca Juga: Ditanya Ada KTP Apa Nggak Oleh Hakim, Ferdy Sambo Kebingungan: Enggak Ada Yang Mulia
“Rekomendasi: Masyarakat disekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius 3Km dari kawah/puncak.”
Akun Twitter @PVMBG_ juga menginformasikan kabar tentang erupsi Gunung Marapi pada hari ini.
“Terjadi #erupsi G. Marapi pada hari Sabtu, 07 Januari 2023, pukul 09:44 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 2.4 mm dan durasi 109 detik. #PVMBG @id_magma.”
Sebelum erupsi pada pukul 09:44 WIB, pagi tadi Gunung Marapi juga mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.500 meter.
“Terjadi #erupsi G. Marapi pada hari Sabtu, 07 Januari 2023, pukul 06:07 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13.4 mm dan durasi 45 detik. #PVMBG.” Begitu tulis akun Twitter @PVMBG_.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid membenarkan terjadinya erupsi Gunung Marapi pada Sabtu pagi, 7 Januari 2023.
Baca Juga: Sama-sama Ngotot, Ferdy Sambo vs Richard Eliezer Soal Perintah Tembak atau Hajar Yosua
Gunung api tersebut melontarkan material vulkanik teramati lebih kurang 300 meter dari atas puncak atau lebih kurang 3.191 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” terang Plt Kaban Geologi Muhammad Wafid, dalam keterangannya seperti dilansir pmjnews.com.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13.4 mm dan durasi lebih kurang 45 detik,” tambah Muhammad Wafid.
Menurut Muhammad Wafid, Gunung Marapi kini berada pada status level II atau waspada. Masyarakat atau pengunjung pun dilarang mendekati radius 3 km dari puncak Gunung Marapi.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas dalam Radius 5 km
“Masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Api Marapi pada radius 3 Km dari kawah atau puncak,” katanya.
Share this article
Gunung Marapi di Sumbar masih terus erupsi sampai dengan pukul 09:44 WIB dengan tinggi kolom letusan 200 meter dari atas puncak.