AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang dicurigai dilakukan oleh Ferdy Sambo ini masih mencuri perhatian masyarakat.
Berawal dari narasi pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi itulah akhirnya disebut sebagai pemicu timbulnya peristiwa yang menewaskan mantan ajudan Ferdy Sambo.
Febri Diansyah selaku kuasa hukum pihak Ferdy Sambo baru-baru menceritakan terkait respon Joshua sebelum dia tewas terkapar di Duren Tiga.
Sebelumnya diceritakan oleh Febri Diansyah bahwa Ferdy Sambo saat itu akan menuju ke Depok.
Baca Juga: Kecewa! Pihak Ferdy Sambo Anggap Hakim Tak Berikan Hak yang Seimbang Gara-gara Hal Ini
Mantan Kadiv Propam Polri itu melewati depan rumah Duren Tiga dan melihat sosok Brigadir J dari kejauhan.
Hingga akhirnya emosi Ferdy Sambo kembali memuncak ketika melihat Joshua.
"Ketika dia melihat Joshua itu, emosinya kembali meningkat," ujar pengacara Ferdy Sambo.
Selanjutnya ia menghentikan mobilnya dan masuk ke rumah.
"Sampai akhirnya mobil itu kelewat sedikit. Akhirnya dia berhenti dan berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah," imbuhnya.
Baca Juga: Ngeyel! Febri Diansyah Tetap Jelaskan 35 Barang Bukti Kubu Ferdy Sambo hingga Ajak Hakim Berdebat
Lalu di dalam rumah, Ferdy Sambo dikatakan melakukan klarifikasi kepada mantan ajudannya itu.
Dan menurut Febri Diansyah, pada saat itu atensi kliennya memang cukup tinggi.
"Kamu tega sekali dengan saya, tega sekali dengan ibu," ungkap pengacara berkacamata itu.
Akan tetapi, Joshua dikatakan bahwa terkesan menantang usai Ferdy Sambo mengklarifikasinya.
"Dan ada jawaban yang dipandang sebagai respon yang justru kesannya nantang begitu," tambah pengacara Sambo.
Kemudian menurut Ferdy Sambo dan beberapa saksi dalam keadaan emosional itulah kemudian keluar perintah 'Hajar Chad'.***

Share this article
Febri Diansyah selaku kuasa hukum pihak Ferdy Sambo baru-baru menceritakan terkait respon Joshua sebelum dia tewas terkapar di Duren Tiga.