AYOJAKARTA.COM - Seiring berjalannya sidang kasus pembunuhan berencara kepada Brigadir J alias Yosua, semakin banyak kesaksian yang berbenturan antara saksi yang hadir dalam persidangan.
Salah satunya adalah kesaksian dari Ricky Rizal dan Adzan Romer.
Baik Ricky Rizal maupun Adzan Romer merupakan ajudan dari atasannya yaitu Ferdy Sambo.
Mereka adalah dua dari lima ajudan Ferdy Sambo yang bersaksi dalam kasus ini.
Awalnya Ricky Rizal mengaku tidak melihat Ferdy Sambo ikut menghabisi nyawa Yosua dengan alasan fokusnya teralihkan kepada handy talky (HT) dari Adzan Romer.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews, hal ini terbukti tidak benar setalah hakim mendengar pengakuan dari Adzan Romer bahwa dirinya tidak berkomunikasi dengan Ricky Rizal melalui HT.
Bahkan Adzan Romer mengaku dirinya tidak membawa HT pada saat tewasnya Yosua.
Berbeda dengan ajudan Ferdy Sambo yang lain, Adzan Romer menyampaikan kesaksian dengan tidak berbelit-belit dan banyak fakta yang terungkap dari kesaksiannya.
Pihak Ferdy Sambo CS diduga meluncurkan banyak strategi demi menghidar dari hukuman yang akan dijatuhkan.
Salah satu strateginya adalah dengan membuat skenario palsu yang akan disampaikan oleh saksi-saksi dari Ferdy Sambo di persidangan.
Namun strategi ini tidak berjalan mulus, banyak skenario palsu yang mulai terungkap kebenarannya saat berjalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Terdakwa dalam kasus ini terdiri dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, supir pasangan suami istri tersebut yang adalah Kuat Ma’ruf, serta Bharada Richard Eliezer dan Ricky Rizal yang merupakan ajudan Ferdy Sambo.
Richard Eliezer akhirnya membuka fakta baru bahwa sebelum Yosua ditembak di rumah Duren Tiga, Ferdy Sambo sudah merancang skrenario tembak-menembak saat mereka masih berada pada rumah Sambo di Saguling.
Dirancangnya skenario ini bertujuan untuk menutupi peristiwa pembunuhan yang terjadi. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa Ricky Rizal telah memberikan keterangan palsu.
Dari informasi yang disampaikan oleh Richard Eliezer, maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga perintah dari Ferdy Sambo.
Pertama adalah perintah untuk membunuh Yosua, kedua adalah senjata Yosua diserahkan kepada Sambo, dan yang ketiga adalah perintah untuk melakukan skenario yang telah dibuat.
Pada akhirya Ricky Rizal mengakui bahwa benar adanya perintah dari Ferdy Sambo untuk para ajudannya agar melakukan adegan tembah-menembak.
Fakta bahwa Ferdy Sambo terlibat dalam eksekusi tewasnya Yosua masih saja ditutup-tutupi oleh sebagian ajudan Sambo yang memasang badan untuk melindungi atasannya.
Walaupun kejadian sebenernya sudah terang benderang terungkap, namun Ferdy Sambo masih belum mengakui bahwa dirinya terlibat pembunuhan Yosua.***

Share this article
Rangkuman perintah Ferdy Sambo kepada Ricky Rizal sebelum habisi nyawa Brigadir J, diduga luncurkan banyak strategi.