AYOJAKARTA.COM - Gestur Putri Candrawathi di persidangan menjadi sorotan publik.
Berbagai stigma muncul dari masyarakat terkait gestur Putri Candrawathi yang diperlihatkan di persidangan terbukanya.
Ahli Mikro Ekspresi juga turut memberikan komentar gestur Putri Candrawathi di persidangan nya.
Baca Juga: Putri Candrawathi Ketahuan Genit di Persidangan, Publik Makin Ragu Siapa yang Sebenarnya Dilecehkan?
Dengan memakai baju putih, istri Ferdy Sambo mengikuti persidangan atas kasus pembunuhan Brigadir J.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, ahli mikro ekspresi memberikan komentarnya terkait gestur tubuh Putri Candrawathi.
Menurutnya pernyataan istri Ferdy Sambo yang mengatakan ia tidak mengerti kepada jaksa itu hal yang mengejutkan.
Pasalnya, tidak ada ekspresi wajah yang menunjukan bahwa istri Ferdy Sambo ini tidak mengerti.
“Yang mengejutkan adalah ketika beliau mengatakan tidak mengerti , seperti tadi sudah saya sampaikan bahwa satu peristiwa a kemudian direkayasa menjadi b menjadi c menjadi d,” kata Monica Kumalasari, selaku Ahli Mikro Ekspresi.
“Ketika beliau mengatakan tidak mengerti seharusnya diwajahnya juga menampilkan ekspresi tidak mengerti,” pungkasnya.
Ada kemungkinan bahwa alasan kenapa wanita yang menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Yosua ini mengatakan tidak mengerti itu sudah direncanakan.
“Menunjukan bahwa ketidak mengertian ini tidak natural. apakah sudah di skenariokan sebelumnya. kalau ada yang susah-susah kasih aja ke kuasa hukum,” kata Monica.
Sementara itu, pada saat pembacaan dakwaan Putri Candrawathi terlihat mengusap air mata seperti sedang menangis.
Namun Ahli Mikro Ekspresi menyebutkan bahwa tindakan tersebut seperti tidak natural.
Tidak adanya gestur yang menunjukan kesedihan saat persidangan.
“Kita tidak melihat gestur-gestur lain yang mendukung kesedihan ini sehingga kita boleh saja kita bilang ini bukan artinya jelek yah ini ada tindakan manipulatif di wajahnya,” kata ahli mikro ekspresi.***

Share this article
Ahli mikro ekspresi ungkap gestur Putri Candrawathi saat sidang kasus pembunuhan Brigadir J, seperti ada tindakan manipulatif.