AYOJAKARTA.COM-- Beberapa hari pasca tragedi Kanjuruhan terjadi, beredar sebuah kesaksian berupa voice note dari seorang perempuan yang mengaku sebagai penjual dawet.
Dalam kesaksiannya, perempuan penjual dawet itu mengaku melihat dengan mata kepala sendiri peristiwa berdarah Kanjuruhan, apalagi ia berjualan dawet di dekat Gate 3 Kanjuruhan.
Baca Juga: Siapa Irjen Teddy Minahasa? Jadi Kapolda Jatim Gantikan Irjen Nico Afinta, Bongkar Judi Online 303
Ia juga menyebut bahwa bukan gas air mata penyebab korban berjatuhan di stadion Kanjuruhan
"Cuman gas air matanya tidak terlalu, namun uyel-uyelane dan sodok-sodokan dan jejeg-jejegane sesama suporter, " ujarnya saat itu.
Perempuan ini juga menyebut ulah Aremania yang katanya berbau alkohol, banyak mabuk dan mengonsumsi obat terlarang.
Baca Juga: Link Live Streaming Barcelona vs Inter Milan 13 Oktober 2022, Kick Off Jam 02.00 WIB
"Wong suporter sebelumnya minum semua,yang meninggal pun banyak bau alkohol. Itu yang saya tolong, mas Nawi juga pemabuk,"ujarnya yang mengaku saat itu dawet dagangannya akan menjadi amukan suporter,
Namun ternyata setelah ditelusuri banyak orang, pejual dawet itu tidak pernah ada. Alias hanya mengaku-ngaku sebagai penjual dawet dan melakukan kebohongan.
Baca Juga: Di Lokasi Ini, Ayu Dewi Bongkar Regi Datau Salurkan Hasrat: Seminggu 3 Kali
Terbaru, sosok penjual dawet itu diketahui menyambangi rumah salah satu korban tragedi Kanjuruhan bernama Nawi Curva Nord.
Dalam video yang diunggah akun twitter @AremaniaCulture, Rabu (12/10/2022), tampak perempuan yang mengaku penjual dawet itu mengenakan kerudung keungunan muda, dan gamis cokelat susu.
Dia duduk lesehan, sementara di depannya sejumlah angggota keluarga dari Nawi Curva Nord.
"Saya bu Prapti memohon maaf karena berhubung dengan voice note (rekaman) yang beredar kemarin".
"Saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum. Demi Allah, saya lillahi ta'ala meminta maaf kepada panjengan, memohon dengan sangat, tolong maafkan saya jika ada kata saya yang salah ya mba," ujar perempuan itu.
"bukan tujuan saya untuk mencemarkan nama almarhum mas Nawi, tolong dimaafkan. Dan untuk mas-masnya saya minta maaf, tidak ada tujuan untuk menjelekkan siapapun di sini,".
"Demi Allah nggak ada settingan apa-apa dan saya bukan suruhan siapa-siapa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya mbak Eka ya. Maaf ya mbak," ujar Prapti menangis sesenggukan bahkan bersimpuh.
Beredar informasi , bahwa perempuan itu bernama lengkap Suprapti Fauzi, dan merupakan wakil ketua DPD PSI kabupaten Malang.
Baca Juga: Polri Mengklaim 'Wajar' Jika Personelnya Bertindak Menggunakan Gas Air Mata Kepada Suporter Arema
Bahkan warganet menyematkan foto perempuan tersebut di akun twitter @AremaniaCulture dengan background partai Solidaritas Indonesia, dan ucapan Harlah ke -94 NU.

Share this article
Perempuan penjual dawet Kanjuruhan yang viral dengan kesaksiannya, akhirnya terungkap. ia bukanlah penjual dawet asli namun wakil rakyat