AYOJAKARTA.COM--Tragedi kelam yang menimpa dunia sepak bola Indonesia beberapa hari ini tidak hanya menyita perhatian publik lokal, melainkan juga media internasional.
Beberapa waktu lalu media internasional, Al Jazeera menyoroti tragedi Kanjuruhan sebagai ‘World Deadliest Sporting Stadium Disaster’.
Baca Juga: Penggalangan Dana ARMY untuk Kanjuruhan Masuk Penyaluran Tahap Pertama, Segini Besarannya
Tragedi kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur ini menewaskan setidaknya 133 orang, sebanyak 37 di antaranya anak-anak dengan usia paling muda 3 tahun.
Jessica Washington selaku reporter dari media internasional Al Jazeera turun langsung ke lapangan pasca terjadinya kericuhan.
Al Jazeera juga turut membagikan liputan mereka di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur melalui laman YouTube resmi mereka dengan judul ‘World Diedliest Sporting Stadium Disaster’.
Dalam tayangan YouTube tersebut, Jessica tampak menunjukkan beberapa bagian di lokasi kejadian yang menjadi tempat terjadinya bentrokan antara suporter bola dan polisi yang berusaha menembakan gas air mata.
Upaya polisi yang melakukan serangan gas air mata menimbulkan kericuhan semakin menjadi dengan menjebol ventilasi.
“Suporter berusaha mencari jalan keluar terbaik dari stadion,” ungkap Jessica Washington seraya menunjukan ventilasi yang berhasil dibobol dikutip dari tangsel.suara.com dalam artikel Al Jazeera menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai 'world diedliest sporting stadium disaster' (tragedi paling mematikan dalam olahraga stadium di dunia)
Selain itu, dalam tayangan YouTube Al Jazeera disorot pula penampakan pintu stadion yang rusak akibat aksi saling dorong saat terjadinya kericuhan.
Sebagian besar area Stadion Kanjuruhan pun mengalami kerusakan yang cukup parah.
Usai terjadinya tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, banyak orang menaburkan bunga di bawah pintu stadion serta vandalisme di berbagai sudut stadion dengan beragam tulisan.
Baca Juga: Laga UCL Bayern Munchen vs Victoria Plzen, Spanduk Suporter Bayern Munchen Jadi Sorotan
Hal tersebut dilakukan sebagai aksi duka cinta dan empati masyarakat maupun keluarga dan sahabat yang kehilangan usai terjadinya tragedi Kanjuruhan ini.
Selain itu, terdapat sebuah tulisan yang berbunyi, “Saudaraku dibunuh, usut tuntas 01-10-2022, saudaraku kau bunuh,”.
Baca Juga: Polri Mengklaim 'Wajar' Jika Personelnya Bertindak Menggunakan Gas Air Mata Kepada Suporter Arema
Tidak hanya Al Jazeera yang turut meliput tragedi Kanjuruhan ini, ada pula media asing lainnya yang ikut menyoroti seperti The Guardian asal Inggris yang berjudul ’125 died after crowd crush at Idonesian Football Match,”.***

Share this article
Tragedi Kanjuruhan menyita perhatian media internasional,bahkan Al Jazeera melakukan liputan langsung ke lokasi, begini laporannya