Bentrokan Suporter dengan Polisi pada Tragedi Kanjuruhan, Media Internasional Soroti Anggaran Kepolisian

Bentrokan Antara Suporter dengan Polisi pada Tragedi Kanjuruhan, Media Internasional Soroti Anggaran Kepolisian Indonesia Terkait Gas Air Mata

Bentrokan Antara Suporter dengan Polisi pada Tragedi Kanjuruhan, Media Internasional Soroti Anggaran Kepolisian Indonesia Terkait Gas Air Mata

AYOJAKARTA.COM-- Tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada hari Sabtu (1/10/2022) kini mendapatkan sorotan  berbagai media asing.

Baru-baru ini New York Times mengunggah sebuah artikel yang menyinggung tindakan aparat keamanan di stadion tersebut melemparkan gas air mata ke arah tribun stadion.

Atas kejadian tersebut telah dikonfirmasi lebih dari seratus orang meninggal dunia.

Baca Juga: Kemensos Berikan Santunan Rp15 Juta per Orang untuk Ahli Waris Korban Tragedi Kanjuruhan

Dalam artikel yang di unggah oleh New York Times dengan judul Deadly Soccer Clash in Indonesia Puts Police Tactics, and Impunity, in Spotlight yang ditulis oleh Sui-Lee Wee menyebutkan bahwa para ahli mengatakan petugas hampir tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Dan dalam anggaran polisi yang sangat besar, dihabiskan untuk gas air mata, pentungan dan perangkat lain yang digunakan selama protes.

Selama bertahun-tahun, puluhan ribu orang Indonesia telah berhadapan dengan kepolisian yang banyak dikatakan korup, menggunakan kekerasan untuk menekan massa dan tidak bertanggung jawab kepada siapapun.

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan hingga Menewaskan Ratusan Jiwa

Dalam artikel tersebut juga menyinggung pihak kepolisian yang menembak dan membunuh 10 orang saat pengunjuk rasa berkampanye menentang pemilihan kembali Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 silam.

Selain itu juga pada tahun berikutnya, petugas kembali memukuli ratusan orang di 15 Provinsi dengan tongkat yang kala itu para massa memprotes undang-undang baru. Dan di kota utara Ternate pada bulan April, petugas menembakkan gas air mata ke kerumunan demonstran mahasiswa yang berdemo secara damai, serta menyebabkan tiga balita sakit.

Dunia melihat sekilas taktik tersebut pada hari Sabtu (1/10/2022) ketika petugas anti huru-hara di kota Malang memukuli para suporter dengan tongkat dan perisai, serta menyemprotkan gas air mata tanpa peringatan ke arah puluhan ribu penonton yang tengah berkerumun di tribun stadion.

Baca Juga: Dokter Bedah Buka Suara Terkait Kondisi Lesti Kejora Terkini: Fatal, Bisa Kehilangan Pita Suara!

Para ahli mengatakan tragedi itu mengungkap masalah sistematik yang dihadapi oleh polisi, banyak di antaranya kurang terlatih dalam pengendalian massa dan sangat militeristik.

Dalam hampir semua kasus, para analis mengatakan bahwa mereka tidak pernah harus menjawab kesalahan langkah.

Ekonom politik dari Murdoch University di Perth, Australia Jacqui Baker menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan kegagalan reformasi kepolisian Indonesia.

Baca Juga: Viral Penampakan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Diduga Terkunci Sehingga Korban Jiwa berjatuhan hingga Ratusan 

"Bagi saya ini benar-benar fungsi dari kegagalan reformasi kepolisian di Indonesia," ujar Baker.

Menurut Baker, selama lebih dari dua dekade, aktivis HAM dan Ombudsman pemerintah telah melakukan penyelidikan atas tindakan atas tindakan polisi Indonesia.

Laporan-laporan tersebut sering sampai ke Kepala Polisi, akan tetapi tidak banyak atau tidak berpengaruh sama sekali.

Untuk diketahui, setelah kekerasan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam, banyak orang Indonesia yang terjun ke sosial media Twitter untuk menyerukan agar Kapolri dipecat.

Baca Juga: Trending! Sita Perhatian Publik, Ariel Tatum Tampil Elegan di Paris Fashion Week

Dan pada Senin (3/10/2022) hampir 16ribu orang telah menandatangani petisi yang menyerukan polisi untuk berhenti menggunakan gas air mata.

Pemerintah Indonesia nampaknya bergerak cepat untuk meredam kemarahan publik dengan menskors Kapolres Malang, dan berjanji bahwa polisi Indonesia tidak akan sekejam itu.

Menurut para analis, menerima suap adalah hal biasa, dan setiap tuduhan pelanggaran diserahkan sepenuhnya kepada pejabat tinggi untuk diselidiki.

Baca Juga: Galang Dana untuk Korban Kanjuruhan, ARMY: Kami Tidak Ada Batasan untuk Target Humanity

Namun sebagian besar kelompok Hak Asasi mengatakan bahwa mereka sepenuhnya tidak melakukannya.

Sui-Lee juga menyebutkan wakil direktur Amnesty Internasional Indonesia yakni Wirya Adiwena yang mengatakan "hampir tidak pernah ada" pengadilan atas penggunaan kekuatan polisi yang berlebihan, kecuali pada tahun 2019 silam.

Dimana kala itu dua orang mahasiswa tewas ketika melakukan demonstrasi di wilayah pulau Sulawesi.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Para Pejabat Berdoa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Saat Rapat

Jajak pendapat menunjukkan penurunan tajam atas kepercayaan publik terhadap polisi, di mana turun menjadi 54,2 persen pada Agustus 2022 dari 71,6 persen pada bulan April setelah muncul laporan bahwa seorang Jendral Polisi bintang dua telah membunuh bawahannya dan menginstruksikan petugas lain untuk menutupinya.

Kurangnya akuntabilitas polisi bertepatan dengan anggaran yang membengkak di tahun ini.

Tahun ini, anggaran kepolisian nasional mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp109 triliun lebih dari dua kali lipat dari tahun 2013.

Baca Juga: Lagu Oktober Hitam Ciptaan Musisi Malang Iksan Sekuter Terkait Tragedi Kanjuruhan, Liriknya Penuh Kepiluan

Secara pangsa, anggarannya adalah yang terbesar ketiga diantara semua kementerian di Indonesia, melebihi jumlah yang diberikan kepada kementerian pendidikan dan kesehatan.

Sebagian besar uang itu telah dihabiskan untuk gas air mata, tongkat pentungan dan masker gas.

Andi Prasetyo selaku peneliti keuangan dan kebijakan yang telah menganalisa data pengadaan pemerintah.

Selama bertahun-tahun Andi mengatakan bahwa Polri telah menghabiskan dana sekitar US$217,3 juta atau sekitar Rp331 Miliar untuk membeli helm, tameng, kendaraan taktis dan peralatan lain yang dikerahkan selama protes.

 Baca Juga: Tak Mau Disalahkan atas Tragedi Kanjuruhan, Anggota Polisi Ini Kembali Serang: Balikin Nyawa Adikku!

Penggunaan gas air mata yang lazim oleh polisi telah melampaui geografi.

Saat menghadapi massa, petugas dari Jakarta hingga Kalimantan secara konsisten menggunakan bahan kimia untuk melumpuhkan pengunjuk rasa.

Sebelumnya pada tahun 2017 anggaran munisi gas air mata sempat turun, namun kemudian melonjak kembali pada tahun 2020 menjadi US$14,8 juta atau sekitar Rp225,6 miliar.

Baca Juga: Netizen soal Tragedi Kanjuruhan: Belum Ada Satupun yang Berani Katakan 'Saya Bertanggung Jawab'

Diketahui tahun tersebut polisi mengerahkan gas air mata ke arah kerumunan yang tengah memprotes perihal Virus Corona, serta digunakan kembali untuk membubarkan demonstran yang menentang undang-undang baru yang memangkas perlindungan bagi lingkungan pekerja.

Amnesty Internasional Indonesia mengatakan telah mendokumentasikan setidaknya 411 korban kekerasan polisi yang berlebihan di 15 provinsi selama demonstrasi tersebut.

Sana Jeffery, direktur dari Institute for Policy Analysis of Conflict mengatakan bahwa hal tersebut sekarang sudah menjadi pola.

Jeffery mengatakan bahwa anggaran polisi selama bertahun-tahun telah dialokasikan untuk menangani banyak demonstrasi baru-baru ini.

Baca Juga: Nugroho Setiawan, Satu-satunya Pemilik Lisensi FIFA Security Officer Buka Suara soal Tragedi Kanjuruhan

Akan tetapi hal-hal penting dan pekerjaan akar rumput sehari-hari polisi telah diabaikan.

Pada bulan Januari 2022, Polri menghabiskan dana hampir sekitar US$3,3 juta atau sekitar Rp50,3 miliar untuk membeli pentungan khusus untuk petugas di Provinsi Jawa Timur, menurut Andi Prasetyo.

Hal tersebut untuk mengantisipasi kekerasan dalam pertandingan sepak bola.

Banyak polisi yang mengenakan pakaian khusus dengan bersenjatakan tongkat, dan beberapa tim tiba di stadion dengan pengangkut personel lapis baja.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Berikut Sanksi FIFA yang Kemungkinan Bisa Terjadi Menurut Netizen

Namun para ahli mengatakan mereka terkejut dengan tanggapan polisi di stadion pada hari Sabtu (1/10/2022), mengingat kekerasan sepak bola biasa terjadi di Indonesia.

Dengan seringnya perkelahian antar suporter klub yang memiliki rivalitas, polisi mengatakan harus memiliki pedoman untuk setiap kerusuhan.***

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.