AYOJAKARTA.COM- Hacker Bjorka ramai jadi perbincangan karena aksinya meretas sejumlah dokumen penting masyarakat Indonesia sampai data pribadi Presiden Jokowi dan BIN (Badan Intelijen Nasional).
Selain hacker Bjorka, ternyata masih ada banyak hacker Indonesia yang menghebohkan tanah air bahkan dunia internasional.
Baca Juga: Nikah Bareng di Malioboro 30 September, Akan Diikuti 17 Pasang Calon Mempelai dengan Mahar Gudeg
Terkait ulah hacker Bjorka, pemerintah sampai ketar ketir karena sejumlah data penting yang dibobolnya sehingga membentuk Timsus untuk menangkap Bjorka.
Namun hingga kini siapa sosok Bjorka belum ditemukan atau sekedar terungkap.
Lantaran kasus ini, nama Putra Aji Adhari yang sempat viral beberapa waktu lalu kini kembali menjadi sorotan karena kemampuannya yang di luar rata-rata anak seusianya.
Remaja ini disebut-sebut telah berhasil meretas situs resmi milik Amerika Serikat.
Khususnya Situs Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika atau yang dikenal dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Dikutip melalui kanal Youtube milik Denny Sumargo "Curhat Bang Deny", Selasa (20/9/2022), Putra Aji Adhari turut serta membahas beberapa masalah terkait keamanan cyber di pemerintahan Indonesia.
Salah satunya adalah kasus hacker Bjorka, termasuk alasan dirinya tak tertangkap usai meretas situs NASA pada waktu itu.
Putra Aji Adhari menjelaskan alasan ia tak tertangkap usai meretas situs NASA tersebut.
Sebab, pada dasarnya pihak NASA memang memiliki program berisi peluang bagi siapa saja ahli keamanan cyber atau bug hunter untuk mencoba mencari celah situs milik NASA tersebut.
"Untuk melakukan peretasan situs NASA merupakan hal yang legal diperbolehkan, " kata Putra Aji.
"Sementara itu di NASA ada namanya Program bug bounty, jadi program bug bounty itu kayak sayembara gitu om, jadi, nanti bug hunter itu kalau bisa menemukan celah keamanan di NASA, terus bakal report (laporan) ke NASA. Nah dari NASA nya itu bakal memvalidasi temuannya," ungkap Putra Aji.
"Secara sederhana, program tersebut merupakan bug bounty, dibuat berbentuk sayembara agar ada orang lain yang dapat menemukan kecacatan atau celah dalam situs tersebut oleh pihak NASA, " ujarnya.
Baca Juga: Tidak Takut Jadi Buronan Polisi, Ini Dia Jumlah Kekayaan Hacker Bjorka yang Fantastis
Nantinya para bug hunter, sebutan bagi para pencari celah atau kecacatan dari kalangan ahli IT, hacker, atau pekerja di ranah keamanan cyber, akan menguji situs itu dengan kemampuan yang mereka miliki.
Karena program sayembara itu legal, maka tidak menjadi soal ketika dirinya dapat menjebol situs NASA.
Ketika melakukan aksinya, Putra Aji Adhari menyebut dirinya menggunakan penetration test (pentest) melalui berbagai tahapan.
Baca Juga: Geger Peretas Baru! Selain Hacker Bjorka, Desorden Retas Data Anak Usaha Pertaminad
Adapun untuk tindakan Bjorka ini bisa dikategorikan sebagai Black Hacker.
"Kasus ini lebih ke black hacker sih bjorka nya," kata aji.
Adapun data yang dibobol sama Bjorka ini adalah data yang asli dan bukan hoax.
Untuk data yang sudah dibocorkan ke publik diharapkan pemerintah bisa lebih menjaga cyber security datanya. sebab data-data ini kerahasiaannya sangat penting**

Share this article
Remaja Putra Aji Adhari buka suara tentang aksinya meretas data milik NASA Amerika, dan tidak ditindak secara hukum. Beda dengan Bjorka