AYOJAKARTA.COM - Muncul pernyataan bahwa seandainya Brigadir J muslim, skenario Ferdy Sambo yang rapi soal pembunuhan tidak akan terbongkar.
Seperti diketahui, meski Ferdy Sambo sudah resmi tersangka, kasus pembunuhan Brigadir J sampai saat ini masih terus berlanjut.
Pernyataan seandainya Brigadir J muslim, skenario Ferdy Sambo yang rapi soal pembunuhan tidak akan terbongkar itu awalnya muncul dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI, Desmond J. Mahesa.
Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Ferdy Sambo Bisa Lepas dari Pasal Pembunuhan Berencana. Ini Penjelasannya!
Lantas atas dasar apa Desmond J. Mahesa mengatakan hal tersebut?
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari PortalYogya.com dengan judul "Andai Brigadir Joshua Muslim, Skenario Ferdy Sambo yang Rapi Tak Akan Terbongkar".
Pada saat kedatangan jenazah Brigadir Joshua ke rumah, sejumlah personel polisi melarang keluarga untuk membuka peti jenazah.
Baca Juga: Di Balik Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Ternyata Banyak Ketegangan dan Air Mata. Ini Ceritanya!
Namun keluarga terutama ibu Brigadir Joshua tak henti-hentinya menangis ingin melihat wajah anaknya yang tergeletak.
"Awalnya kita dilarang, tapi mamaknya maksa mau lihat dan pas dilihat, saya langsung teriak lihat kondisi anak saya badannya lebam, mata kayak ditusuk, dan ada luka tembak," ujar Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Joshua.
Dengan melihat kondisi anaknya seperti itu, Samuel menganggap bahwa sang anak Brigadir Joshua disiksa.
Baca Juga: Polwan yang Menangis Usai Melihat Ferdy Sambo Dipecat di Sidang Kode Etik, Identitasnya Disorot!
"Misalnya pun anak saya salah, ya jangan disiksa begitu," kata Samuel.
Luka yang diduga akibat penyiksaan ini turut ditegaskan oleh kuasa hukum Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak
"Dibuka otaknya itu sudah tidak ada otak di dalam kepala. Yang ada adalah ada 6 pecahan diduga akibat peluru.
Baca Juga: 7 Etik Profesi yang Dilanggar Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kemudian dibuka lagi ditemukan otak itu sudah ada di dalam perut," kata Kamaruddin.
"Tembakan kedua diduga dari bawah (dagu) ke bibir. Lalu yang ketiga (tembakan) itu di dada juga lurus ke belakang.
Peluru keempat itu di tangan, jebol, di sonde juga lurus dia tidak miring," tambahnya.
Kamaruddin juga ada luka lain di tubuh Brigadir Joshua yang diduga bukan karena tembakan senjata api.
Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J, menangis di samping jenazah almarhum (Tangkapan layar video di akun FB Rohani Simanjuntak)
"Masih ada luka lain, ada di sini (sekitar mata). Kemudian di bahu luka terbuka. Kemudian lengan bawah (dekat pergelangan tangan). Ini ada 2 tulang ini patah.
Kemudian jari manis patah. Kemudian di bawah ini (kaki kiri) juga ada luka yang katanya untuk memasang formalin," ungkap Kamaruddin.
"Tetapi di sini (pegelangan kaki kanan) juga ada luka lain. Kemudian di kaki belakang dengkul itu juga diambil sampelnya.
"Ketika dilahirkan anak ini sempurna, melamar polisi juga sempurna makanya dia diterima, tapi ketika mati dia (kedua) kaki ini tidak bisa lurus lagi," imbuhnya.
Baca Juga: Tok! Pengajuan Mengundurkan Diri Ferdy Sambo Ditolak Polri, Tetap Dipecat Secara Tidak Hormat
Namun berdasarkan hasil autopsi ulang, tim dokter forensik menyimpulkan tidak ada luka lain selain luka tembak.
“Sesuai dengan hasil pemeriksaan kami baik saat melakukan autopsi, pemeriksaan penunjang dengan pencahayaan, dan mikroskopik, bahwa tidak ada luka-luka di tubuhnya selain luka akibat kekerasan senjata api,” kata Ketua Tim Dokter Forensik, dr Ade Firmansyah, di Mabes Polri, Senin (22/8/2022).
Tangisan Ibu Brigadir Joshua dan Kultur Batak Bongkar Skenario Ferdy Sambo
Baca Juga: Pramugari Sejak 18 Tahun, Cicilia Pinontoa Dikaitkan dengan Kasus Ferdy Sambo
Saat jenazah Brigadir Joshua tiba di rumah, ibu Brigadir Joshua terus menangis dan memaksa untuk peti dibuka.
Ibu Brigadir Joshua seperti tidak menyangka bahwa keluarga Ferdy Sambo yang dianggap baik kepada anaknya tega melakukan penembakan terhadap anaknya.
Kebaikan keluarga Ferdy Sambo, terutama ibu Putri Candrawathi, turut diungkap oleh ibu Brigadir Joshua, Rosti Simanjuntak.
Baca Juga: Pramugari Cicilia Pinontoan Disorot Kasus Ferdy Sambo, Punya Hubungan dengan AKBP Jerry Siagian?
"Kutanya adik, baik kali ibu (Putri Candrawathi) itu, dikasih adikmu Rp 10 juta kalau datang, datang lagi dikasih 10 juta.
Tapi karena mahal sewa rumahnya itu, dik. Biaya sewa itu habis begitulah keuangannya itu," kata Rosti Simanjuntak dalam bahasa Batak sambil menangis, dikutip PortalYogya.com dari video yang diunggah akun FB Rohani Simanjuntak.
Tangisan ibu Brigadir Joshua turut membuat terbongkarnya skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Selain itu, kultur Batak yang mengharuskan peti jenazah dibuka sebelum masuk ke liang kubur membuat skenario Ferdy Sambo juga terungkap.
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI, Desmond J. Mahesa mengungkapkan seandainya Brigadir Joshua muslim dan bukan dari Batak, maka skenario tersebut tak akan terbongkar.
"Seandainya almarhum yang meninggal (Brigadir Joshua) adalah muslim atau diadakan upacara kepolisian, (skenario) itu tidak terungkap," kata Desmond.
Ini orang Batak, nangis-nangis kan biasa pak tak mungkin petinya ditutup. Kultur inilah yang membuat kasus ini jadi blunder. Kalau tidak, saya pikir skenario ini sudah rapi," imbuh Desmond dikutip PortalYogya.com dari kanal Indonesia Lawyers Club.***
Share this article
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI, Desmond J. Mahesa menyebut jika Brigadir J muslim, skenario Ferdy Sambo yang rapi ini tak akan terbongkar.