Yakin Kasus Vina dan Eky Murni Kecelakaan dan Bukan Pembunuhan, Susno Duadji Soroti Sosok Penting yang Tak Dijadikan Saksi!

Susno Duadji Yakin Kasus Vina dan Eky Murni Kecelakaan dan Bukan Pembunuhan
Susno Duadji Yakin Kasus Vina dan Eky Murni Kecelakaan dan Bukan Pembunuhan

 

AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian sejoli asal Cirebon yakni Vina dan Eky masih terus jadi sorotan hingga saat ini.

Meninggalnya Vina dan Eky pada 2016 silam menyisakan beragam teka-teki yang masih belum dipecahkan. 

Terkini, sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus kematian Vina dan Eky yang diajukan enam terpidana sudah digelar. 

Keenam terpidana kasus Vina dan Eky Cirebon yang menjalani sidang PK tersebut adalah Hadi Saputra, Supriyanto, Rivaldi Jaya, Eko Ramadani dan Eka Sandi.

Baca Juga: Sempat Ikut Aksi Menuntut Para Terpidana Kasus Vina-Eky untuk Dihukum Mati, Demonstran Ini Ungkap Dosanya di 2016 

Sebagaimana diketahui banyak pihak  meyakini Vina dan Eky tewas karena dibunuh, namun tak sedikit pula yang meyakini mereka berdua tewas kecelakaan.

Salah satu yang meyakini kasus ini murni kecelakaan adalah eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji. 

Bahkan Susno Duadji menuturkan cukup mudah membuktikan bahwa kematian Vina dan Eky ini murni karena kecelakaan tunggal.

Langkah pertama yang bisa diambil  menemukan titik terang jika kasus ini adalah kecelakaan menurut Susno yaitu dengan melakukan hal ini.

Baca Juga: Akhirnya Kembali ke Lapas Kesambi, Kuasa Hukum Terpidana Sudirman Kasus Vina Cirebon Ajukan Permohonan Sidang PK

"Pertama harus disamakan dulu niat ya, bahwa kita mencari kebenaran dalam rangka mencari keadilan,” ujar Susno Duadji dikutip ayojakarta.com dari YouTube Nusantara TV pada Minggu (8/9/2024).

“Tapi kalau niatnya sudah tidak disitu maka ya sudah, kita tinggal kuat-kuatan saja, nah ini rusak negara ini,” tambahnya. 

Susno Duadji juga menegaskan untuk mengusut jika kasus ini murni kecelakaan sebenarnya cukup gampang.

Baca Juga: Iptu Rudiana Dituduh Siksa 8 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Reza Indragiri Sebut Kemungkinan Itu Ada

“Ini kan suatu hal yang sangat gampang, Polres yang menangani itu bukan Polres kota Cirebon tapi Polres Kabupaten Cirebon yang dilapori juga Polres Kabupaten Cirebon yaitu Polsek Talun,” jelas Susno Duadji.

“Kan ada di situ data pelapornya pak, ada kecelakaan di sana.” 

Dari sinilah menurut Susno Duadji rentetan kejadian penyebab tewasnya Vina dan Eky bisa diselidiki.

“Tentunya polisi yang nerima laporan itu kan tidak langsung datang kan, siapa nama saudara, dimana TKP-nya, dicatat jam sekian yang lapor saudara A di jembatan Talun ada kejadian kecelakaan lalu lintas, berangkatlah si Polisi,” terang Susno Duadji.

Baca Juga: Yakini Kasus Vina dan Eky Ini Bukan Pembunuhan Namun Kecelakaan, Susno Duadji: Kasus Ini Bani Ikra!

“Nah, jadi ditanya sama si Polisi itu siapa yang tadi orang sipil yang datang ke polsek yang disuruh oleh Adi melapor ke polisi terdekat. Ternyata ada namanya itu, nah dicocokkan lagi ditemukan lagi dengan Adi setelah ditemukan dengan Adi betul gak kamu ketemu Adi orang ini di TKP yang nyuruh kamu berangkat, betul Pak ini orangnya,” lanjutnya.

Eks Kabareskrim Polri tersebut juga menyoroti mengapa semua orang yang kala itu berada di TKP tak dijadikan saksi. 

“Kemudian si Adi ditemukan juga dengan yang namanya yang melawan arah naik sepeda motor berboncengan yang juga nunggu di TKP namanya Oky dan namanya Yayan, oh betul Pak kami berempat di sini,” tutur Susno Duadji. 

“Nah, siapa di antara kamu berempat ini yang dijadikan saksi di Polres Cirebon Kabupaten, kecelakaan lalu lintas, siapa yang berempat ini dijadikan saksi dalam perkara siluman pembunuhan di Polres Kota Cirebon.

Baca Juga: Ada Novum hingga Kejanggalan di Kasus Vina Cirebon, Otto Hasibuan Ungkap Kenapa Baru Ajukan PK Sekarang

"Ternyata empat-empatnya ini nggak ada yang jadi saksi, termasuk si Mega dan Widi tidak juga dijadikan saksi dalam kasus rekayasa,” katanya lagi.

Selain itu, Susno Duadji juga menyoroti sejumlah barang bukti penting yang justru tak digunakan lantaran disinyalir dapat menggugurkan kasus yang sudah direkayasa menjadi kasus pembunuhan.

“Kemudian BBM Message itu bukti elektronik itu bukti forensik tidak juga dijadikan alat bukti sebabnya kalau itu dijadikan alat bukti maka kasus pembunuhannya gugur,” tegas Susno Duadji. 

“Kenapa gugur? Karena kata BAP pembunuhan, pembunuhan terjadi matinya itu jam 9 lebih kurang, ternyata jam 10 lewat sekian menit sekian detik dia masih hidup," terangnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Vina
# pembunuhan
# kecelakaan
# Cirebon
# Eky
# PK
# Susno Duadji

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.