AYOJAKARTA.COM – Pada hari Senin, 26 Agustus 2024 pukul 19:57 WIB kemarin terjadi gempa bumi di wilayah gunungkidul, Yogyakarta.
Diinformasikan gempa bumi yang terjadi di Gunungkidul pada Senin kemarin tersebut berkekuatan magnitudo 5,8.
Dari catatan BMKG diketahui untuk lokasi gempa terletak pada titik koordinat 8.78 LS-110,27 BT.
Berdasarkan titik koordinat tersebut lokasi tepat terjadinya gempa berada di 95 km Barat Daya Gunung Kidul, Yogyakarta.
Meski sempat membuat kepanikan, namun BMKG memastikan jika gempa bumi di Gunungkidul tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.
Walaupun getaran atau guncangan gempa sendiri dirasakan cukup jauh bahkan dari Pemalang hingga Purbalingga.
Lantas, apakah gempa bumi di Gunungkidul tersebut terjadi di wilayah zona megathrust?
Untuk mengetahui jawabannya, berikut penjelasan dari pakar BMKG Daryono yang dikutip dari akun Instagram pribadinya @daryonobmkg pada (28/8/24).
Dari penjelasan Daryono melalui keterangan yang ditulis pada caption diketahui jika jenis gempa bumi adalah dangkal.
Hal itu dilihat dari lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya yang mana gempa terjadi akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust).
Sehingga jawaban dari pertanyaan apakah gempa bumi di Gunungkidul tersebut terjadi di wilayah megathrust, dari penjelasan tersebut tentu jawabannya benar.
Pakar BMKG Daryono juga menjelaskan jika berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di Gunungkidul kemarin memiliki mekanisme pergerakan baik (thrust).
Sementara untuk dampak gempabumi sendiri ini dapat dirasakan mulai dari daerah Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo, Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI.
Kemudian dirasakan juga dengan skala intensitas II-III MMI untuk wilayah Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, MAdiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo. Surakarta, dan Klaten.
Untuk gempa susulan sendiri, BMKG mencatat ada 2 aktivitas gempa susulan hingga pukul 20.20 WIB.***

Share this article
Meski sempat membuat kepanikan, namun BMKG memastikan jika gempa bumi di Gunungkidul tidak berpotensi tsunami