AYOJAKARTA.COM – Ganjar Pranowo belum lama ini mengunjungi Nusa Tenggara Timur.
Ia mengunjungi beberapa tempat di sana, satu di antaranya Kupang dan mendapat sambutan hangat.
Ganjar Pranowo juga menceritakan tentang asal mula Kota Kupang dari pelafalan dan juga penduduknya di sana.
Kupang awalnya bernama Koepan atau Kopan.
Baca Juga: Blusukan Ke Pasar Karawang, Anies Baswedan Kembali Tebar Janji Kampanye: Prioritaskan Harga Sembako
Kopan di zaman Belanda menjadi Koepan dan sehari-hari disebutkan menjadi Kupang.
Koepan memiliki arti yaitu tempat untuk menemui raja.
Tetapi seiring waktu berlalu, masyarakat di sana susah melafalkan atau mengucapkan Koepan.
Maka untuk memudahkan pelafalan, masyarakat di sana mulai melafalkan Koepan dengan nama Kupang.
Ganjar Pranowo bersyukur pada Desember 2023 ini bisa mengunjungi Kupang dan bertemu warga di sana.
“Dulunya daerah ini disebut Koepan yang berarti tempat untuk menemui raja. Seiring waktu masyarakat setempat melafalkannya sebagai Kupang. Alhamdulillah mengawali Desember ini saya bisa sowan kepada saudara-saudara warga Kupang,” caption Instagram @ganjar_pranowo dikutip AyoJakarta.com, Rabu (5/12/2023).
Ganjar Pranowo juga menyebutkan ada beberapa suku di Kupang.
Saat tiba di Kupang, ia disambut etnis Dawan menggunakan adat Natoni.
Natoni merupakan salam selamat datang yang menggambarkan makna kehidupan.
Terlihat dalam postingan foto tersebut, Ganjar Pranowo bersalaman dengan seseorang dari Dawan yang menyambutnya menggunakan adat Natoni.
“Ada banyak suku yang bermukim di sini. Mulai dari Suku Timor, Rote, Sabu, Flores sampai Bugis dan Jawa. Termasuk juga Etnis Dawan, yang menyambut saya dengan sapaan adat Natoni di Bandara El Tari ini. Natoni merupakan salam selamat datang yang juga menggambarkan makna kehidupan,” akhir caption Instagram @ganjar_pranowo.***

Share this article
Ganjar Pranowo kunjungi Kupang NTT, ceritakan tentang pelafalan nama kota dan keberagaman penduduknya.