AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memberikan klarifikasi terkait tuduhan pernah melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Abdurrahman Wahid, yang dikenal dengan sebutan Gus Dur.
Cak Imin dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa isu kudeta terhadap Gus Dur muncul secara berkala, terutama saat mendekati Pemilu.
"Tetapi tuduhan saya berkhianat sama sekali tidak beralasan, sampai ada yang bilang saya kudeta, yang benar adalah justru saya dikudeta," ucap Cak Imin di kanal YouTube Najwa Shihab.
Baca Juga: Cak Imin Bantah Lakukan Kudeta, Yenny Wahid Heran: Saya Saksikan Gus Dur Dikudeta!
Cak Imin mengungkapkan bahwa pada waktu itu, ia secara sukarela menerima pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Umum PKB yang diberlakukan oleh Gus Dur. Ia menyatakan bahwa saat itu ia menerima keputusan itu dengan ikhlas dan tidak melakukan perlawanan.
"Bahkan dengan ikhlas saya berhenti sebagai Ketua Umum, saya nonaktif hampir 1 tahun, terima atas pemberhentian Gus Dur," ucapnya.
Selain itu, dalam ceritanya, Cak Imin mengakui bahwa dia adalah satu-satunya yang tidak melakukan perlawanan terhadap Gus Dur ketika dia dipecat dari jabatan Ketua Umum.
Cak Imin menjelaskan bahwa setelah dia digantikan, kepemimpinan PKB dipegang oleh Ali Masykur Musa sebagai Wakil Ketua Umum dan Yenny Wahid sebagai Sekjen. Pada saat itu, Cak Imin mengklaim bahwa dia telah menarik diri dari masalah kepemimpinan PKB selama sekitar satu tahun.
Baca Juga: Prabowo Subianto Pernah Diramal Gus Dur Jadi Presiden di Usia Lanjut, Pilpres 2024 Jadi Kenyataan?
Namun, Cak Imin menyatakan bahwa kepemimpinan Ali Masykur dan Yenny tidak diakui sebagai sah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia juga meragukan keabsahan pengangkatan Yenny sebagai Sekjen saat itu, karena itu tidak melalui proses Muktamar PKB.
Awalnya, Cak Imin mengatakan bahwa dia enggan membawa masalah internal PKB ke publik. Namun, perselisihan internal yang terjadi dalam PKB hampir membuat partai yang didirikan oleh Gus Dur ini gagal berpartisipasi dalam Pemilu.
Cak Imin, yang telah dipecat oleh Gus Dur, kemudian dipanggil kembali ke dalam partai. Yenny kemudian dicopot dari jabatan Sekjen dan posisinya digantikan oleh Lukman Edy.
"Sampai akhir gagal pendaftaran itu Gus Dur memanggil saya, (mengatakan) 'saya gak nyangka kamu mau diberhentikan'," ucapnya.
"Ya sudah kamu bikin surat pengunduran diri sekarang, ini sudah ada drafnya tinggal tanda tangan. (Saya katakan) siap saya tanda tangan surat pengunduran diri agar semua smooth," kata Cak Imin.
Walau surat tersebut telah ditandatangani, Cak Imin menyatakan bahwa Gus Dur kemudian meminta agar surat tersebut disimpan olehnya sendiri.
Cak Imin menjelaskan bahwa dia bersedia menandatangani surat yang diajukan oleh Gus Dur untuk memastikan partai PKB dapat berpartisipasi dalam pemilu.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa sejak saat itu, hingga saat meninggalnya Gus Dur dan bahkan hingga saat ini, tidak ada permintaan untuk mengembalikan surat pengunduran diri PKB yang telah ditandatangani di hadapan Gus Dur.
Cak Imin mengklaim bahwa surat dari Gus Dur yang merupakan pendiri PKB tersebut masih disimpan olehnya dan dianggapnya sebagai barang yang memiliki nilai spiritual.
Cak Imin menegaskan sekali lagi kepada semua pihak agar tidak memutarbalikkan fakta mengenai kontroversi dalam PKB. Ia mengklaim bahwa pada saat itu, dirinya adalah korban kudeta.

Share this article
Cak Imin tegas membantah tuduhan kudeta dan menjelaskan bahwa isu kudeta terhadap Gus Dur muncul secara berkala.