AYOJAKARTA.COM - Kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh mantan pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo hingga kini masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, dalam kasus dugaan gratifikasi Rafael Alun Trisambodo ini dikabarkan ada sosok artis yang terlibat.
Adapun sosok artis yang diduga terlibat dalam kasus Rafael Alun Trisambodo ini berinisial R.
Kabar dugaan keterlibatan artis berinisial R tersebut disampaikan oleh Indonesia Audit Watch (IAW).
Adanya dugaan keterlibatan artis berinisial R tersebut terkuak dari hasil temuan yang dilakukan oleh IAW.
Baru-baru ini, Pendiri IAW yaitu Iskandar Sitorus menyampaikan bahwa Rafael Alun Trisambodo adalah salah satu orang yang berada di dalam komplotan berpengaruh di lingkungan pajak.
“RAT ini adalah salah satu bagian dari komplotan yang sekarang berposisi berpengaruh. Kami sudah sampaikan ke Bu Sri Mulyani, ada dua orang eleson satunya, cepet buang,” kata Iskandar Sitorus dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (3/4/2023).
Iskandar Sitorus menjelaskan bahwa ada dua orang pejabat berpangkat eselon satu yang terlibat program tax amnesty.
“Di lingkungan menteri ada eselon satunya dua orang terlibat. Itu bahkan dua orang ini di dalam data yang nanti ada di KPK dan di data aparat hukum lainnya. Itu terlibat pada program tax amnesty, mereka manipulasi,” jelasnya.
Iskandar Sitorus kemudian menyampaikan agar jangan menganggap remeh Rafael Alun Trisambodo.
Ia menyampaikan bahwa Rafael Alun Trisambodo terkonsolidasi menggerakan hampir 50 persen persoalan pajak di Indonesia.
Mengejutkannya lagi, Iskandar Sitorus mengungkapkan bahwa hal tersebut sudah dilakukan oleh Rafael Alun Trisambodo selama bertahun-tahun.
“Jadi jangan dianggap kecil Rafael. Kalau asumsinya, Rafael sejak tahun 2000-2022 kemarin itu terkonsolidasi menggerakan kurang lebih sampai 50 persen persoalan pajak di Indonesia,” jelasnya.
“Kita bisa bayangkan, jadi jangan dianggap remeh orang ini, komplotannya luar biasa,” tutupnya.***

Share this article
Pendiri IAW Iskandar Sitorus meminta agar tidak meremehkan Rafael Alun Trisambodo karena komplotannya berpengaruh.