AYOJAKARTA.COM -- Peristiwa kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara pada malam tadi Jumat (3/3) menimbulkan banyak korban jiwa.
Sedikitnya dilaporkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya luka-luka akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut.
Tak hanya korban jiwa namun rumah-rumah, kendaraan dan bangunan rusak berat bahkan hancur akibat ledakan keras dan kebakaran Depo Pertamina Plumpang malam tadi.
Warga yang selamat pagi ini dikabarkan datang melihat kondisi lokasi kejadian usai kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Bahkan ada beberapa warga yang menyisir rumah-rumah mereka demi menemukan harta benda yang masih bisa diselamatkan.
Warga menuntut tegas pertanggungjawaban dari pihak Pertamina dan meminta ganti rugi atas peristiwa naas tersebut.
Warga menuntut pertanggungjawaban Pertamina
Seperti dilansir AyoJakarta.com pada siaran TV One News, begini penuturan salah satu warga yakni Syahruddin yang meminta pertanggungjawaban pihak Pertamina.
Syahruddin juga mengatakan sebelumnya bahwa keberadaan Pertamina ditengah pemukiman padat penduduk sangat disayangkan.
"Yang terjadi disini kan memang sangat krusial ya tentang kebakaran, artinya dengan keberadaan Pertamina disini sangat disayangkan karena disini padat penduduk," ujar Syahruddin.
Syahruddin yang mewakili warga terdampak juga meminta atas pertanggungjawaban dan ganti rugi imbas kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
"Pertamina juga harus bertanggungjawab, dengan kejadian seperti ini Pertamina harus mengganti rugi asas kerugian yang telah terjadi ini," tegasnya.
"Kan dampak awalnya dari Pertamina, jadi Pertamina harus benar-benar bertanggungjawab terhadap korban, luka, kemudian material serta ganti rugi yang terjadi saat ini," kata Syahruddin lagi.
Lebih lanjut Syahruddin juga mengatakan bahwa masyarakat menginginkan agar lokasi Pertamina dievaluasi agar segera pindah.
"Saat ini kemauan masyarakat adalah bagaimana Pertamina bisa pindah, itu aja," ucapnya.
"Karena ini sudah kesekian kalinya terjadi kebakaran dan tidak ada evaluasi dari Pertamina untuk melakukan tindakan atau ganti rugi seperti itu," imbuhnya.
Diketahui memang kejadian ledakan dan kebakaran pada Depo Pertamina Plumpang sudah pernah terjadi juga sebelumnya.
Tepatnya pada 18 Januari 2009 lalu, Depo Pertamina yang berkapasitas 5.000 liter tersebut pernah meledak.
Syahruddin juga menceritakan kronologi kejadian ledakan dan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara malam tadi.
"Kejadian awal bahwa pada setengah 8 itu tercium bau bensin sekitar jarak 1 kilometer bahkan disini sudah parah sekali bau bensin itu. Kemudian pihak RW dan pengurus wilayah mengevakuasi warga untuk semua warga agar keluar dan menghindar," kata Syahruddin.
Saat evakuasi terjadi, warga yang tengah berbondong-bondong keluar rumah untuk mengungsi ketempat yang aman tiba-tiba dikagetkan dengan ledakan.
Saat terjadi ledakan menurut Syahruddin, api dari Depo Pertamina yang meledak itu menyebrang kearah pemukiman warga dan akhirnya mengenai beberapa warga yang sedang melakukan evakuasi.***(Rosandra Gisca Andyna)

Share this article
Sedikitnya dilaporkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya luka-luka akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut.