AYOJAKARTA.COM – Isu perjanjian antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhembus kencang jelang.
Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyampaikan bahwa Anies Baswedan memiliki perjanjian politik dengan Prabowo.
Perjanjian tersebut terjadi menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
Baca Juga: Frank Hoogerbeets Viral Usai Prediksi Gempa Turki 3 Hari Sebelumnya, Ini Cuitannya!
“Hutang janji berawal dari ketika Pak Sandiaga Uno sharing bahwa ketika pas lagi Gubernur Wakil Gubernur waktu itu ada perjanjian antara Pak Sandi, Pak Prabowo, dan Pak Anies,” ujar Merry Riana.
“Dan sebenarnya nggak menyebutkan isinya apa tapi masyarakat melakukan rumor dan bilang bahwa isinya bahwa Pak Anies nggak akan nyapres kalau pak Prabowo nyapres,” imbuhnya.
“Tapi sekarang ternyata dua-duanya capres gitu, bagaimana tanggapan Pak Anies?” tambahnya dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Merry Riana, Sabtu (11/2/2023).
Menanggapi hal tersebut Anies Baswedan buka suara atas isu perjanjian politiknya dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Menurutnya pada saat mulai bekerja ia akan fokus di Jakarta selama lima tahun ia menjalankan tugasnya sebagai Gubernur pada saat itu.
Dan menurutnya setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2017 ada lagi Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2019.
Pada saat itu ia menyampaikan tidak akan tengok kanan dan kiri dan akan fokus selama lima tahun di Jakarta sehingga dirinya mengatakan tidak akan mengikuti Pilpres.
“Saya sampaikan pada waktu mulai bekerja, bahwa saya akan fokus di Jakarta 5 tahun,” tutur Anies Baswedan.
“Sesudah Pilkada itu ada Pilpres 2019 jadi saya sampaikan, saya tidak akan tengok kanan kiri, saya akan full 5 tahun di Jakarta karena itu saya tidak akan mengikuti Pilpres,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan bahwa pada debat pertama pemilihan Pilgub pada saat itu ada pertanyaan dari panelis yang bertanya tentang apakah akan maju Pilpres.
Ia pun menjawab pada saat itu dirinya akan di Jakarta menuntaskan lima tahun menjadi pemimpin di ibukota Indonesia.
Namun setelah itu Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ia tidak tahu apakah akan kembali mengajar atau meneruskan di pemerintahan.
Terkait dengan perjanjiannya dengan Prabowo Subianto ia menyampaikan di tahun 2018 diajak untuk menjadi wakil dari pasangan Menteri Pertahanan saat itu akan mencalonkan diri dalam Pilpres.
Ia menyampaikan terima kasih atas undangan dan merupakan sebuah kehormatan, namun dirinya merasa masih memiliki komitmen selama lima tahun menjadi Gubernur Jakarta saat itu.
“Di tahun 2018 saya diajak untuk menjadi wakil pasangannya Pak Prabowo, saya sampaikan sudah kepada beliau, Pak Prabowo terima kasih atas undangannya,” ujar Anies Baswedan.
“Ini sebuah kehormatan, tapi saya punya komitmen ya untuk menyelesaikan di Jakarta selama 5 tahun, jadi saya rasa itu dan memang kuncinya adalah dengan menyelesaikan janji dengan warga Jakarta,” imbuhnya.
Sehingga Anies Baswedan merasa harus menyelesaikan janjinya dengan warga Jakarta, karena menurutnya janjinya dengan warga banyak dan dirinya tidak bisa meninggalkan begitu saja.
“Karena janji saya dengan warga Jakarta banyak, saya tanda tangan tuh kontrak-kontrak politik dengan masyarakat miskin kota, dengan Kampung Akuarium, dengan masyarakat kaki lima,” tuturnya.
Dirinya tidak bisa meninggalkan begitu saja, jika itu terjadi maka masyarakat akan menjadi tidak percaya kepada proses demokrasi.
“Memang ketika ngobrol itu mah nggak nyebut tahun, misalnya saya berjanji nggak, saya berjanji misalnya 5 tahun, tidak ada menyebut 5 tahun sampai 2022, kemudian tidak akan ikut 1, 2, 3,” tandasnya.***

Share this article
Eksklusif Anies Baswedan bongkar soal perjanjian politik utang piutang dengan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto