AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo ikut menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua.
Dalam persidangan, Putri Candrawathi teguh dengan kesaksiannya bahwa dirinya benar-benar mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan oleh Yosua di Magelang.
Demikian pula para kuasa hukum Putri Candrawathi dalam pembelaan terhadap kliennya masih menitikberatkan terjadinya kekerasan seksual.
Sementara itu, jaksa memberi pernyataan bahwa selama persidangan berlangsung tidak ditemukan satupun bukti adanya tindak kekerasan maupun penganiayaan terhadap Putri Candrawathi.
Bahkan disebutkan oleh jaksa bahwa apa yang terjadi merupakan perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Yosua Hutabarat.
Berikut kilas balik penuturan Putri Candrawathi tentang kejadian yang menimpa dirinya saat di Magelang dikutip AYO JAKARTA.COM dari YouTube KOMPASTV, Kamis (9/2/2023).
Urutan kejadian yang menimpa Putri Candrawathi di rumah Magelang.
Pertama Putri Candrawathi mengaku berbaring di kamarnya rumah Magelang.
Tak lama kemudian Yosua Hutabarat masuk.
Saat itu Putri Candrawathi juga menceritakan bahwa dirinya mendengar ada suara sayup-sayup pintu dibuka.
Tetapi ketika istri Ferdy Sambo membuka mata yang terlihat adalah Yosua Hutabarat sudah berada di kakinya.
Setelah itu, Putri Candrawathi hampir tak sadarkan diri, lemas dan jatuh.
Menurut informasi asisten rumah tangganya bernama Susi, Putri Candrawathi duduk terkulai lemas di lantai dekat kamar mandi.
Putri Candrawathi baru sadar ketika sang asisten rumah tangga Susi memegang kakinya dan sempat menceritakan tentang kekerasan seksual yang dilakukan oleh Yosua.
Mendengar hal itu, Susi langsung memanggil Kuat Maruf dan meminta tolong.
Mendengar permintaan tolong Susi tersebut, Kuat Maruf naik ke lantai dua.
Putri Candrawathi lalu minta tolong untuk dibawa masuk dan dibaringkan di kasur guna beristirahat.
Kuat Maruf sempat menyampaikan kepada Putri Candrawathi jangan sampai ada duri di keluarga ini.
Tetapi kemudian yang disampaikan Putri Candrawathi adalah dirinya hanya ingin pulang ke Jakarta.
Keesokan harinya, rombongan Putri Candrawathi kembali ke Jakarta.
Hingga saat ini belum terungkap apa sebenarnya yang terjadi pada Putri Candrawathi.
Keterangan Putri Candrawathi dinilai minim karena ia kerap memberi pernyataan dirinya tidak mengetahui atau dalam posisi tidak sadar.
Terkait tidak ditemukannya bukti nyata mengenai kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi sebagaimana yang dimaksud jaksa, kuasa hukum menyampaikan pembelaan bahwa pelecehan seksual bukanlah kasus maling ayam yang ketahuan.
Maksudnya kejahatan seksual dilakukan di ruang tertutup berbeda dengan kejahatan pencurian yang memungkinkan adanya saksi melihat kejadian tersebut.
Namun baik kuasa hukum maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap menyerahkan keputusan mutlak di tangan hakim nantinya.***

Share this article
Berikut kilas balik balada pelecehan Putri Candrawathi yang diklaim terjadi di Magelang, simak runtutannya.