AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini heboh diperbincangkan mengenai gerakan bawah tanah dalam kasus Ferdy Sambo.
Selain Mahfud MD, gerilya itu juga diaminkan oleh Soleman Ponto yang merupakan salah seorang purnawirawan (Purn.) TNI Angkatan Laut yang sempat menduduki jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis atau Kabais.
Dan baru-baru ini Soleman Ponto membeberkan salah satu cara untuk melawan gerilya tersebut.
Baca Juga: Soleman B Ponto Yakin Richard Eliezer Benar Diperalat Ferdy Sambo: Karena Dia Tahu Sifat Brimob
Melansir dari kanal YouTube MetroTv, Purnawirawan TNI AL itu pun menyampaikan pendapatnya.
Sebelumnya, Soleman membenarkan adanya gerakan bawah tanah yang juga disuarakan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.
Namun dia juga mengatakan upaya gerakan bawah tanah nantinya akan berhasil atau tidak, belum dapat dipastikan.
Kemudian pria berambut putih itu pun menyebut sebuah upaya untuk melawan gerilya tersebut.
Lalu Soleman mengatakan satu cara yang dapat dilakukan untuk melawan gerakan bawah tanah.
Dia menyebut upaya itu adalah dengan mengisolasi sang hakim.
"Nah, satu-satunya cara untuk melawan itu yang hanya bisa dilakukan yaitu kita harus mengisolasi Pak Hakim ini," tegas Soleman Ponto.
Sebagai informasi terdakwa Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini mendapat tuntutan penjara seumur hidup.
Sedangkan istrinya yakni Putri Candrawathi dituntut penjara 8 tahun.
Sementara Richard Eliezer dengan status JC diberi tuntutan 12 tahun penjara.***
Serta Kuat Maruf dan Bripka RR mendapat tuntutan yang sama yakni 8 tahun penjara.***

Share this article
Satu-satunya cara untuk melawan gerakan bawah tanah di kasus Ferdy Sambo, kata Soleman Ponto yakni dengan mengisolasi hakim.