Waduh! Sambil Menahan Tangis, Arif Rachman Ungkap Gejolak Hatinya di Sidang Obstruction of Justice Kasus Yosua

Waduh! Sambil Menahan Tangis, Arif Rachman Ungkap Gejolak Hatinya di Sidang Obstruction of Justice Kasus Yosua
Waduh! Sambil Menahan Tangis, Arif Rachman Ungkap Gejolak Hatinya di Sidang Obstruction of Justice Kasus Yosua

AYOJAKARTA.COM - Terdakwa obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua, Arif Rachman menyampaikan nota pembelaan atau pledoi sebagai terdakwa.

Sambil menahan tangis dengan suara yang sedih, Arif Rachman menyampaikan pembelaannya sebagai sosok yang terseret dalam kasus pidana akibat ulah dari Ferdy Sambo.

Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube KOMPAS TV, Arif Rachman mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengetahui kejadian sebenarnya yang terjadi di Rumah Dinas Ferdy Sambo.

Baca Juga: Menangis Tersedu-sedu, Arif Rachman Minta Maaf pada Sang Istri: Pasti Bisa Melewati Masa Sulit Ini!

“Saya tidak pernah mengetahui secara jelas dan pasti tentang peristiwa apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah Duren Tiga nomor 46,” jelasnya di ruang sidang PN Jaksel, 3 Februari 2023.

Menurutnya, segala tindakan yang ia laksanakan hanya berdasar dari perintah pimpinan tanpa keinginan dirinya pribadi.

Arif kemudian mengungkapkan, bahnya ia baru mengetahui adanya kejanggalan setelah melihat salinan dari rekaman CCTV di kediaman Ferdy Sambo.

Baca Juga: Arif Rachman Arifin Bocorkan Adanya Rantai Komando dan Relasi Kuasa di Institusi Polri: Sungguh..

“Kegiatan yang saya laksanakan hanya berdasar pada perintah pimpinan dan saya pribadi tidak pernah merasa ada kejanggalan sampai saya melihat copy CCTV di tanggal 13 Juli dini hari,” terangnya.

Menegaskan, Arif Rachman mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui fakta sebenarnya dari peristiwa yang terjadi, sehingga mau tidak mau harus menjalankan perintah dari Ferdy Sambo pada saat itu.

Apalagi, status Ferdy Sambo pada saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri sebagai petinggi kepolisian.

Baca Juga: Curhat Sedih Arif Rachman di Sidang Pledoi, Anak Idap Hemofilia dan Butuh Biaya Pengobatan yang Tak Sedikit

“Bahwa memang pada saat itu tidak ada pengetahuan tentang fakta sebenarnya serta tidak ada pilihan selain menjalankan perintah dari Kadiv Propam yang sah pada saat itu menjabat,” tuturnya.

Sementara itu, Arif mengakui bahwa dirinya mengalami benturan logika dan kekacauan di pikirannya walaupun sudah merasakan adanya kejanggalan.

“Jikapun saya merasa ada kejanggalan atau ketidaksesuaian oleh karena juga terdapat sedikit keberanian saya saat itu. Saya merasakan adanya benturan logika, nurani, khawatir, cemas, ragu, dan mungkin kepatuhan kepada pimpinan dan institusi saya,” ungkapnya.

Baca Juga: Haru, Menahan Tangis Arif Rachman Arifin Sampaikan Hal Ini Untuk Orang Tua dan Mertua Dalam Nota Pembelaan

Atas dasar hal tersebut, Arif kemudian menyadari bahwa hanya sikap diam yang bisa dan tepat untuk ia ambil dalam menghadapi situasi pada saat itu.

“Sehingga sikap diam adalah sikap yang saat itu paling tepat untuk saya ambil. Apa yang telah saya lakukan dan saya sampaikan di muka persidangan saat ini adalah kondisi sesungguhnya yang saya alami sebenar-benarnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Arif Rachman merasa sedih atas segala tuduhan dan fitnah yang diberikan kepadanya selama dirinya dijadikan sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Tangis Arif Rachman Arifin di Sidang Nota Pembelaan Obstruction of Justice: Mohon Dibukakan Maaf Saya Gagal..

“Fitnah yang diberikan kepada saya bahwa saya mengetahui peristiwa pada tanggal 8 Juli terus terang membuat saya sedih,” kata Arif.

Arif Rachman secara terus terang berpendapat, apabila dirinya mengetahui kejadian asli di rumah Ferdy Sambo saat itu, maka ia sama sekali tidak akan berani melaksanakan perintah yang diberikan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# nota pembelaan
# Arif Rachman
# pembunuhan Brigadir J
# Yosua
# Ferdy Sambo
# obstruction of justice
# pledoi

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.