Tak Sepakat dengan Mahfud MD, Hermawan Sulistyo Sebut Lobi Ferdy Sambo Bukan Gerakan Terstruktur, tapi...

Tak Sepakat dengan Mahfud MD, Hermawan Sulistyo Sebut Lobi Ferdy Sambo Bukan Gerakan Terstruktur, tapi...

Tak Sepakat dengan Mahfud MD, Hermawan Sulistyo Sebut Lobi Ferdy Sambo Bukan Gerakan Terstruktur, tapi...

AYOJAKARTA.COM - Terdakwa Ferdy Sambo disebutkan memiliki power yang begitu besar di Institusi Polri.

Sampai-sampai Ferdy Sambo diduga bisa menggerakan Jenderal untuk gerakan lobi-lobi demi meringankan hukuman di kasus pembunuhan Brigadir J. 

Namun, dugaan bahwa Ferdy Sambo melakukan gerakan bawah tanah itu justru ditepis oleh Hermawan Sulistyo selaku Guru Besar Universitas Bhayangkara.

Baca Juga: Ketua Kompolnas Beri Warning Perihal Pengaruh Buku Hitam Ferdy Sambo yang Upayanya Tak Akan Berhenti

Hermawan Sulistyo menyebutkan bahwa apa yang disampaikan Mahfud MD tidak benar, ia juga menambahkan pernyataan Menko Polhukam tersebut suka bikin heboh.

“Kalo di militer ada prinsip komando, sehingga mungkin bisa dilakukan kalo dia masih militer aktif. Kalo dia udah pensiun, tidak ada lagi komando karena sumber kekuasaannya itu dari struktur kepangkatan.” ujar Hermawan Sulistyo atau dikenal dengan Prof Kikiek.

Hermawan Sulistyo menyebutkan bahwa di Polri tidak ada struktur komando, yang ada adalah prinsip diskresi atau kewenangan yang melekat pada setiap Polisi.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Memegang Rahasia Besar, Ketua IPW: Ada Kaitannya dengan Perwira Tinggi

“Kalo di Polri, harus dicatat bahwa selama masih aktif, musuhnya ‘polisi’ itu sesama polisi. Mengapa? Karena satu, tidak ada struktur komando di dalam Polri, ada prinsip yang disebut prinsip diskresi. Jadi setiap individu Polisi itu melekat kewenangan untuk mengambil keputusan sendiri, sehingga kita bilang atasan di Polisi itu hanya manajer, dia bukan komandan. Lalu komandannya Polisi itu siapa? Komandannya itu Hukum," ujar Hermawan

Lalu ketika ditanya bagaimana dengan tentang pernyataan yang menyebutkan terdakwa Ferdy Sambo sebagai polisinya polisi memegang kartu truf, dan khawatir itu akan dibongkar.

Prof Kikiek menyebutkan bahwa “katakan jika pernyataan itu benar, lalu di buka. Emang orang percaya pada omongannya sambo wong sampe sekarang aja dia ngga ngaku menembak atau tidak. Masa urusan yang lain orang harus percaya.”

Baca Juga: Bukan Ferdy Sambo, Denny Darko Blak-blakan Bongkar Aktor Utama di Balik Pembunuhan Yosua, Sosoknya Ternyata...

“Yang terjadi menurut saya, mungkin ada temannya yang pernah hutang budi atau kaya apa. Telepon, kasihan lah, tolong diiniin dikurangi aja ancaman hukumannya segala macem, kaya gitu. Dan itu bukan gerilya bukan mafia.” Ungkap Hermawan

Kalo ada mafia tinggal sebut aja namanya, kasih aja ke Kadiv Propam Polri yang sekarang, pasti disikat juga, karena polisi kan berkepentingan untuk bersih-bersih.

Ketika ditanya apakah memang jabatan Kadiv Propam punya kewenangan yang besar?

Baca Juga: Tanggapi Jaksa yang Disebut Halusinasi, Martin Simanjuntak : Apakah Ferdy Sambo Gila?

Prof Kikiek menyebutkan bahwa berlebihan jika disebutkan terdakwa Ferdy Sambo sebagai mantan Kadiv Propam memiliki kekuatan yang begitu besar.

Hanya saja memang kewenangan era sambo lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya, karena ada penyatuan antara kewenangan Paminal yang sifatnya Intelijen, bergabung dari proses pra penyidikan atau penyelidikan, penyidikan sampai membawa ke persidangan.

Dapat dikatakan terdakwa Ferdy Sambo menggunakan secara berlebihan dan itu tidak tepat. 

Baca Juga: Gerakan Bawah Tanah Berhasil? Hard Gumay Bocorkan Ramalan Soal Vonis Ferdy Sambo, Begini Katanya

Lebih jelasnya, kemampuan untuk menggunakan Kewenangan itu beda-beda antara satu Jenderal dengan Jendral lain. Kewenangan Kadiv Propam sebelum ini memang betul tidak sekuat pada saat sambo,

Dalam kasus ini terjadi penggunaan kewenangan secara berlebihan pada 3 kewenangan yang menumpuk seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Salah satu yang sedang dievaluasi pada Institusi Polri adalah bagaimana menciptakan infrastruktur organisasi yang tidak memungkinkan untuk penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

Baca Juga: Hasil Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo, Irma Hutabarat : Tidak Main-main! Disparitas Menyakitkan

Selain itu, Culture atau Ruh polisi yang seharusnya melekat pada diri setiap polisi, dan yang terakhir Polisi bukan bagian yang terpisah dari masyarakat, jadi kalau di polisi ada Sambo, diluar polisi ada seribu Sambo dan sejuta Rambo.

Jangan minta di polisi tidak ada lagi Sambo kalau diluar masih banyak Rambo.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.

Gadget 03 Jun 2026, 14:43 WIB

In This Economy, Infinix HOT 70 Hadir dengan Harga Murah Meriah tapi Spesifikasi Mengejutkan

Infinix HOT 70 hadir dengan bodi tipis 7,49mm, baterai 6000mAh, Helio G100, dan kamera 50MP yang bagus. Meski layar masih HD, David GadgetIn merekomendasikan varian 4/128GB (Rp2,2 juta).

Viral 03 Jun 2026, 14:04 WIB

KPID DKI Jakarta Respons Kasus Viral Tayangan JakTV yang Jadi Sorotan Publik

Sebagai bentuk respons laporan dari warganet mengenai siaran JakTV pada Senin (1/6) sekitar pukul 09.12 WIB yang menuai sorotan publik.

Metropolitan 03 Jun 2026, 13:43 WIB

Daerah Luar DKI Bisa Daftar! Pemprov Jakarta Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di 2 Rumah Sakit Ini

Sudah berlangsung sejak tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta kembali gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit, kini bertajuk Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta.

Jakarta Selatan 03 Jun 2026, 13:35 WIB

Paling Banyak Bulan April, Sudinhub Jakarta Selatan Tindak 1.337 Kendaraan yang Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sebanyak 1.337 kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas berhasil diamankan oleh Suku Dinas Pehubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan dalam kurun waktu 5 bulan hingga Mei 2026.

Jakarta Barat 03 Jun 2026, 13:27 WIB

Upaya Kurangi Bau Sampah, Kelurahan Duri Jakarta Barat Lakukan Uji Coba Penggunaan Cairan Eco Lindi!

Upaya untuk mengurangi dampak bau dari sampah, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat lakukan uji coba pemanfaatan cairan eco lindi di depo sampah Jalan Duri Utara III pada Rabu, 3 Juni 2026.

News 03 Jun 2026, 13:19 WIB

Bukan Ahli Gizi Seperti Dadan Hindayana, 3 Profil Kepala dan Wakil BGN Terbaru dari Mantan Jurnalis Tabloid, hingga Ekonom Senior

Profil dan jejak karier Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.